
Halmahera Selatan //patroli86.com// — Di bawah komando Wahila Rasai, wartawan media Lidikpost angkat suara keras menanggapi komentar keras yang diduga ditulis oleh akun bernama Brayen Lajame di grup WhatsApp Saruma 2029.
Dalam percakapan yang viral tersebut, akun Brayen melontarkan kalimat bernada menghina:
,“Ini wartawan sapa p bodoh kong pake bawa nama Tuhan ini, binatang bodoh ee.
Wahila menilai, pernyataan itu tidak hanya melukai pribadi seorang jurnalis, tetapi juga mencederai martabat profesi pers serta merusak iklim kebebasan berekspresi yang sehat.
,“Sebagai publik figur, Brayen seharusnya menjaga tutur kata. Komentar seperti itu tidak pantas, mencoreng nama baik jurnalis, dan bisa memicu preseden buruk bagi hubungan antara media dan masyarakat,” tegas Wahila, Selasa (30/9/2025).
Ia pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Unit Reskrim Polres Halmahera Selatan, agar segera mengawal dan mempercepat proses hukum atas dugaan pencemaran nama baik tersebut.
,“Saya mendesak kepolisian agar tidak menganggap remeh perkara ini. Jangan ada pembiaran. Kasus ini harus menjadi perhatian serius demi menjaga wibawa hukum sekaligus melindungi marwah, jurnalis,” tandasnya.
(Tim Red)








