{"id":43241,"date":"2025-07-12T02:06:41","date_gmt":"2025-07-12T02:06:41","guid":{"rendered":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?p=43241"},"modified":"2025-07-12T02:06:53","modified_gmt":"2025-07-12T02:06:53","slug":"pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/","title":{"rendered":"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"999\" height=\"756\" src=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-43240\" srcset=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg 999w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-300x227.jpg 300w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-768x581.jpg 768w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-549x415.jpg 549w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-370x280.jpg 370w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-233x176.jpg 233w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-202x153.jpg 202w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-316x239.jpg 316w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-100x75.jpg 100w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491-360x272.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 999px) 100vw, 999px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bali,, <strong><em><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#cf2e2e\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">PATROLI86.COM<\/mark><\/em><\/strong>,, Apa sejatinya tujuan hidup berkeluarga yang harmonis dan rukun , Ketut Purniti yang merupakan seorang penekun Kitab Suci Bhagawad-Gita memberikan Pejelasan dan contoh tentang kisah P\u0101rvat\u012b dan Dewa \u015aiva pasangan suami-istri yang paling mulia di alam semesta kita. Dewa \u015aiva adalah Vai\u1e63\u1e47ava sempurna, dan P\u0101rvat\u012b adalah istri yang paling setia. Dewa \u015aiva hidup di bawah pohon, sepenuhnya melepaskan keduniawian, sementara P\u0101rvat\u012b adalah seorang putri, anak dari raja Himalaya. Ia bisa memilih siapa pun sebagai suaminya, tetapi ia memilih Dewa \u015aiva\u2014bukan karena kekayaannya, melainkan karena kedudukan spiritualnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian pula, meskipun seorang putri, Devah\u016bti memilih Kardama Muni sebagai suaminya, meskipun ia seorang pertapa yang hidup dalam pelepasan, karena kemajuan spiritualnya. Ia menghargai kesucian dan kesadaran spiritualnya jauh lebih daripada kekuasaan atau uang. Oleh karena itu, setelah menikah, ia dengan senang hati melayaninya saat ia menjalankan tapa bratanya, seperti yang dijelaskan dalam ayat-ayat awal Bab 3.23 \u015ar\u012bmad Bh\u0101gavatam:<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Maitreya melanjutkan: Setelah kepergian orang tuanya, Devah\u016bti, wanita suci yang memahami keinginan suaminya, melayaninya dengan penuh cinta, sebagaimana Bhav\u0101n\u012b, istri Dewa \u015aiva, melayani suaminya. Wahai Vidura, Devah\u016bti melayani suaminya dengan keakraban dan penghormatan yang besar, dengan pengendalian indria, dengan cinta, dan dengan kata-kata yang manis.&#8221;<\/em> (\u015aB 3.23.1-2)<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam purpor-nya, Prabhup\u0101da menjelaskan lebih rinci tentang hubungan Devah\u016bti dan Kardama Muni. Kardama Muni adalah seorang yang sangat berkualitas, salah satu Resi terbesar di alam semesta, dan Devah\u016bti menerimanya sebagai sosok yang lebih tinggi. Ia pun bahagia melayaninya tanpa syarat. Seperti yang Prabhup\u0101da sebutkan, secara umum, naluri seorang pria adalah mengendalikan dan menempatkan dirinya lebih tinggi daripada istri, sehingga sulit menghindari pertikaian dalam pernikahan jika hal ini tidak diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Prabhup\u0101da berkata:<br \/><em>&#8220;Di sini, dua kata sangat penting. Devah\u016bti melayani suaminya dalam dua cara: vi\u015brambhe\u1e47a (dengan keakraban) dan gaurave\u1e47a (dengan penghormatan besar). Ini adalah dua proses penting dalam melayani suami atau Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Vi\u015brambhe\u1e47a berarti &#8216;dengan keintiman,&#8217; sedangkan gaurave\u1e47a berarti &#8216;dengan rasa hormat yang mendalam.&#8217; Suami adalah sahabat yang sangat dekat; karena itu, istri harus melayani seperti seorang sahabat dekat, sekaligus memahami bahwa suami lebih tinggi kedudukannya, sehingga ia harus memberinya segala penghormatan. Psikologi pria dan wanita berbeda. Secara alami, pria selalu ingin lebih unggul daripada istrinya, sedangkan wanita, secara alami, lebih rendah daripada suaminya. Karena itu, naluri alaminya adalah suami ingin menempatkan dirinya lebih tinggi daripada istri, dan ini harus dipatuhi. Bahkan jika suami bersalah, istri harus bersabar, sehingga tidak akan ada kesalahpahaman antara suami dan istri.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Naluri alami seorang wanita adalah menikah dengan pria yang lebih kuat, lebih cerdas, lebih matang secara emosional, dan sebagainya. Jadi, ketika pria dapat memainkan peran ini, hubungan penuh hormat ini akan terbentuk secara alami. Ini adalah situasi ideal bagi keduanya karena ketika seorang pria dihormati oleh istrinya, ia termotivasi untuk berkembang, sementara istri mendapatkan perlindungan dari pria yang hebat. Suami bahagia ketika ia bisa menjadi pahlawan, dan istri bahagia ketika ia bisa menjadi yang dilindungi. Ini adalah situasi di mana keduanya berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu, di Kali-yuga, jarang ada yang ideal, tetapi dinamika dasar ini tetap berlaku. Pria yang terdegradasi mungkin menunjukkan sifat kasar, tidak setia, atau bahkan kekerasan, yang membuat hidup istri sangat sulit.<\/p>\n\n\n\n<p>Istilah <em>s\u0101dhu<\/em> untuk wanita adalah <em>s\u0101dhv\u012b<\/em>. Istilah <em>s\u0101dhu<\/em> umumnya digunakan untuk pria dalam tahap pelepasan, sedangkan <em>s\u0101dhv\u012b<\/em> merujuk pada istri yang setia atau wanita berbudi luhur. Meskipun pria bisa mencapai kesempurnaan dengan menjadi pertapa, jalan ini biasanya tidak dianjurkan untuk wanita. Sebaliknya, seorang wanita bisa menjadi <em>s\u0101dhv\u012b<\/em> dengan melayani suami yang mulia, seperti Devah\u016bti, dan merawat anak-anak mereka. Namun, ini tergantung pada memilih pria yang berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena istri seharusnya mengikuti suami dan mengadopsi gaya hidup yang sama agar pernikahannya harmonis, dalam budaya Weda, wanita menikah dengan pria dari kelas yang sama atau lebih tinggi. Tidak masalah jika Devah\u016bti, seorang k\u1e63atriya\u1e47\u012b, menikah dengan Kardama Muni, seorang br\u0101hma\u1e47a. Namun, pernikahan antara wanita k\u1e63atriya dan pria vai\u015bya atau \u015b\u016bdra akan dicela karena tidak hanya menyebabkan kehidupan keluarga yang tidak harmonis, tetapi juga degradasi bagi wanita, yang harus mengikuti gaya hidup pria yang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, tidak ada pembagian kelas yang jelas seperti dulu, tetapi prinsip umumnya tetap sama: seorang wanita sebaiknya menikah dengan pria yang sifatnya serupa atau lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengatasi Rintangan Spiritual<\/strong><br \/>Nafsu, kesombongan, iri hati, keserakahan, kegiatan berdosa, dan keangkuhan adalah rintangan besar bagi kemajuan spiritual kita. Namun, kita bisar mengatasinya secara bertahap dengan mempraktikkan prinsip-prinsip kehidupan spiritual dan mengembangkan sikap pelayanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus Kardama Muni dan Devah\u016bti, Kardama Muni melayani Tuhan secara langsung melalui praktik bhakti-nya yang maju, sementara Devah\u016bti melayaninya sebagai istri yang setia. Dengan cara ini, keduanya berkembang. Tidak mudah mendapatkan kesempatan melayani Tuhan secara langsung, tetapi mudah untuk melayani para penyembah-Nya. Devah\u016bti memiliki suami yang sangat mulia, sehingga wajar baginya untuk melayaninya, dan dengan demikian, ia maju secara spiritual tanpa disadari.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Kardama Muni adalah yogi yang lebih hebat daripada Devah\u016bti, ia adalah seorang putri, sementara Kardama Muni hanya seorang resi miskin yang berpakaian compang-camping. Ini bisa menjadi alasan bagi Devah\u016bti untuk menjadi sombong, dan kesombongan ini bisa merusak kehidupan keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu ada hal yang bisa dilakukan seseorang lebih baik daripada orang lain. Ketika Dro\u1e47\u0101c\u0101rya meminta Yudhi\u1e63\u1e6dhira untuk menemukan seseorang yang lebih rendah darinya, ia tidak bisa, karena ia menyadari bahwa bahkan hewan bisa melakukan hal-hal tertentu lebih baik darinya. Demikian pula, seorang istri mungkin punya banyak alasan untuk sombong, tetapi jika ia tidak bisa mengendalikannya, ini bisa merusak kehidupan keluarganya. Karena itu, Devah\u016bti sangat berhati-hati, meninggalkan kebanggaan sebagai putri dan mengadopsi gaya hidup suaminya yang mulia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita melihat hal serupa dalam kisah G\u0101ndh\u0101r\u012b. Ketika ia mendengar bahwa ia akan menikah dengan Dh\u1e5btar\u0101\u1e63\u1e6dra, yang buta sejak lahir, ia memutuskan untuk menutup matanya sendiri, memahami bahwa kemampuan melihat akan membuatnya merasa lebih tinggi daripada suaminya.<\/p>\n\n\n\n<p>Prabhup\u0101da juga menyebutkan bahwa meskipun status sosial mereka berbeda, Kardama Muni dan Devah\u016bti berada dalam kategori yang sama karena keduanya adalah yogi yang mampu mengendalikan indria mereka, dan keduanya adalah penyembah Tuhan yang hebat. Jadi, meskipun tidak mudah bagi Devah\u016bti untuk beradaptasi dengan kehidupan di hutan, ia bahagia melakukannya karena ia memiliki tujuan yang sama dengan suaminya dan bisa menghargai tapa bratanya. Jika ia seorang yang materialistis, kehidupan pernikahannya tidak akan sesukses ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pentingnya Memilih Pasangan yang Sesuai<\/strong><br \/>Seringkali, wanita ingin menikahi penyembah murni. Meskipun ini adalah keinginan yang baik, secara praktis, ini mungkin bukan ide yang bagus kecuali wanita tersebut juga siap menjadi penyembah murni. Wanita materialistis tidak akan bisa menghargai suami yang suci dan tidak akan mendapatkan manfaat dari pergaulannya. Perbedaan mentalitas juga akan membuat kehidupan keluarga mereka tidak harmonis, yang tidak menguntungkan bagi keduanya. Kita bisa ingat contoh istri Prabhup\u0101da yang minum teh dengan teman-temannya saat ia memberikan ceramah \u015ar\u012bmad Bh\u0101gavatam kepada tamu, dan kemudian menjual bukunya untuk membeli biskuit.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tujuan Pernikahan yang Lebih Tinggi<\/strong><br \/>Biasanya, pasangan yang menikah menghabiskan waktu untuk bulan madu, lalu menetap dalam kehidupan keluarga dan mulai memiliki anak. Namun, ada beberapa contoh pasangan yang mengikuti jalan berbeda\u2014pertama melakukan tapa brata serius, baru kemudian memiliki anak, seperti Kardama Muni dan Devah\u016bti, Sutapa dan P\u1e5b\u015bni, dan lainnya. Dengan dimurnikan melalui praktik tapa brata ini, mereka melahirkan anak-anak yang sangat mulia, atau bahkan inkarnasi Tuhan langsung, seperti Kapila Muni atau P\u1e5b\u015bni-garbha.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhir penjelasanya Ketut Purniti mengatakan bahwa tujuan utama Kardama Muni bukan sekadar menikmati kehidupan pernikahan, tetapi memiliki anak yang mulia yang bisa memberi manfaat bagi alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p>Team<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali,, PATROLI86.COM,, Apa sejatinya tujuan hidup berkeluarga yang harmonis dan rukun , Ketut Purniti yang merupakan seorang penekun<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7517],"tags":[14342],"class_list":["post-43241","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya","tag-pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bali,, PATROLI86.COM,, Apa sejatinya tujuan hidup berkeluarga yang harmonis dan rukun , Ketut Purniti yang merupakan seorang penekun\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-12T02:06:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-12T02:06:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"999\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"756\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/\",\"name\":\"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-12T02:06:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-12T02:06:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg\",\"width\":999,\"height\":756},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\"],\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -","og_description":"Bali,, PATROLI86.COM,, Apa sejatinya tujuan hidup berkeluarga yang harmonis dan rukun , Ketut Purniti yang merupakan seorang penekun","og_url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/","article_published_time":"2025-07-12T02:06:41+00:00","article_modified_time":"2025-07-12T02:06:53+00:00","og_image":[{"width":999,"height":756,"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/","name":"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg","datePublished":"2025-07-12T02:06:41+00:00","dateModified":"2025-07-12T02:06:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#primaryimage","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg","contentUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/img_20250712_0904535974722917108315491.jpg","width":999,"height":756},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2025\/07\/12\/pelajaran-tentang-kehidupan-berkeluarga-dalam-kesadaran-kresna\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/patroli86.com\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pelajaran tentang Kehidupan Berkeluarga dalam Kesadaran Kresna"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/patroli86.com\/home"],"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43241"}],"collection":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43242,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43241\/revisions\/43242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}