{"id":80838,"date":"2026-05-04T10:03:35","date_gmt":"2026-05-04T10:03:35","guid":{"rendered":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?p=80838"},"modified":"2026-05-04T10:04:19","modified_gmt":"2026-05-04T10:04:19","slug":"krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/","title":{"rendered":"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"564\" height=\"545\" src=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-80837\" srcset=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg 564w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544-300x290.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>SOLOK \u2013 Patroli86.com<br \/>Ketegangan dalam sengketa lahan Alahan Panjang Resort mencapai titik kritis. Kaum Malayu Kopong dan Malayu Pintu Rayo secara terbuka menyatakan hilangnya kepercayaan dan harapan mereka terhadap kepemimpinan Bupati Solok, Jon Firman Pandu. Mereka menilai janji-janji penyelesaian masalah yang kerap disampaikan sang bupati tidak sejalan dengan tindakan di lapangan yang justru dianggap semakin merugikan hak-hak masyarakat adat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pernyataan pers yang disampaikan oleh Muhammad Harris, Kuasa Mamak sekaligus Kepala Waris Kaum Malayu Kopong, ia menyoroti apa yang disebutnya sebagai kegagalan pemimpin muda tersebut dalam menghormati aturan main bernegara dan beradat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Janji Manis vs Realita Pahit&#8221;<br \/>Menurut kaum adat, terdapat kesenjangan besar antara retorika Bupati Jon Firman Pandu yang sering mengedepankan dialog, dengan realitas di mana aktivitas pengerukan rawa, pembangunan bangunan liar, dan klaim sepihak atas tanah pusako tetap dibiarkan berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kami kecewa berat. Apa yang diucapkan tidak sesuai dengan yang dikerjakan. Beliau mengaku pemimpin reformis, tapi tindakannya justru merampas hak leluhur kami tanpa proses hukum yang sah,&#8221; ujar perwakilan kaum adat. Mereka menilai sikap diam bupati terhadap pelanggaran yang dilakukan oknum pengembang dan dinas terkait sebagai bentuk pembiaran yang sistematis.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuduhan Pelanggaran Hukum dan Adat<br \/>Puncak kekecewaan ini terungkap ketika Muhammad Harris menggunakan istilah keras untuk menggambarkan sikap pemerintah daerah yang dianggap arogan. &#8220;Sikap Pemkab Solok saat ini bisa disebut sebagai tindakan &#8216;biadab&#8217; dalam konteks ketidaktahuan atau ketidakpedulian terhadap aturan. Ini bukan lagi soal sengketa biasa, tapi soal Bupati yang seolah tidak tahu Undang-Undang, tidak tahu Perda Sumatera Barat, dan buta terhadap aturan adat Minangkabau yang mengatur tanah Pusako Tinggi,&#8221; tegas Harris.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernyataan keras ini didasari oleh beberapa poin hukum yang menurut kaum adat telah diinjak-injak:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pelanggaran UUD 1945 Pasal 18B ayat (2): Negara gagal mengakui dan menghormati hak tradisional masyarakat hukum adat yang masih hidup.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelanggaran UU No. 5 Tahun 1960 (UUPA): Klaim aset daerah di atas tanah ulayat tanpa bukti pelepasan hak yang sah dari pemilik asal.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelanggaran Perda Sumbar No. 2 Tahun 2019: Tentang Perlindungan Masyarakat Hukum Adat, yang mewajibkan pemerintah daerah melindungi, bukan mengambil alih, tanah ulayat.<\/li>\n\n\n\n<li>Pelanggaran Adat Minangkabau: Mengabaikan prinsip musyawarah mufakat dan otoritas Ninik Mamak yang sah dalam pelepasan tanah pusako.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Desakan Pengembalian Status Quo<br \/>Kaum Malayu Kopong dan Pintu Rayo mendesak Bupati Jon Firman Pandu untuk segera menghentikan segala bentuk okupasi dan kontrak pengelolaan di area sengketa. Mereka menuntut pembuktian dokumen legalitas kepemilikan tanah oleh Pemkab Solok. Jika dokumen pelepasan hak ulayat dari tahun-tahun sebelumnya tidak dapat ditunjukkan secara sah, maka tanah wajib dikembalikan kepada kaum adat seketika itu juga.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Tanah pusako adalah harga mati. Kami tidak akan mundur selangkah pun meskipun tekanan terus datang. Jika hukum tidak bisa ditegakkan di Solok, kami akan bawa ini ke tingkat nasional hingga konstitusi benar-benar dijalankan,&#8221; tutup Harris.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi terperinci dari Kantor Bupati Solok menanggapi label &#8220;gagal&#8221; dan tuduhan pelanggaran adat yang dilontarkan oleh perwakilan kaum tersebut. Publik kini menunggu langkah konkret apakah Bupati akan membuktikan integritas hukumnya atau justru membiarkan krisis kepercayaan ini merusak tatanan sosial di Nagari Alahan Panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Team<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SOLOK \u2013 Patroli86.comKetegangan dalam sengketa lahan Alahan Panjang Resort mencapai titik kritis. Kaum Malayu Kopong dan Malayu Pintu<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-80838","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-peristiwa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SOLOK \u2013 Patroli86.comKetegangan dalam sengketa lahan Alahan Panjang Resort mencapai titik kritis. Kaum Malayu Kopong dan Malayu Pintu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-04T10:03:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-04T10:04:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"564\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"545\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/\",\"name\":\"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-04T10:03:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-04T10:04:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg\",\"width\":564,\"height\":545},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\"],\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -","og_description":"SOLOK \u2013 Patroli86.comKetegangan dalam sengketa lahan Alahan Panjang Resort mencapai titik kritis. Kaum Malayu Kopong dan Malayu Pintu","og_url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/","article_published_time":"2026-05-04T10:03:35+00:00","article_modified_time":"2026-05-04T10:04:19+00:00","og_image":[{"width":564,"height":545,"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/","name":"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg","datePublished":"2026-05-04T10:03:35+00:00","dateModified":"2026-05-04T10:04:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#primaryimage","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg","contentUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/img_20260504_1703084344241134063236544.jpg","width":564,"height":545},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/05\/04\/krisis-kepercayaan-memuncak-kaum-malayu-kopong-pintu-rayo-nilai-bupati-jon-firman-pandu-gagal-pahami-hukum-adat-dan-konstitusi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/patroli86.com\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Krisis Kepercayaan Memuncak, Kaum Malayu Kopong &amp; Pintu Rayo Nilai Bupati Jon Firman Pandu Gagal Pahami Hukum Adat dan Konstitusi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/patroli86.com\/home"],"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80838"}],"collection":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80838"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80838\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80839,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80838\/revisions\/80839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}