{"id":91529,"date":"2026-07-30T08:37:00","date_gmt":"2026-07-30T08:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?p=91529"},"modified":"2026-07-30T08:37:05","modified_gmt":"2026-07-30T08:37:05","slug":"tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/","title":{"rendered":"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!!"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"667\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-91528\" srcset=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg 667w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224-200x300.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 667px) 100vw, 667px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br><br>Jawa Timur, Jum&#8217;at 31 Juli 2026 \u2014 Jurnalistik Billy Pratama Raharjo &#8220;berita ini ditulis ulang dan dirangkum detail dari hasil sejarah lama sesuai data dan narasumber yang terkait Abad 19 menjadi salah satu masa paling kelam dalam sejarah kesehatan di Nusantara. Catatan arsip kolonial menunjukkan sedikitnya tiga wabah besar yang menelan ratusan ribu korban: Kolera, Cacar, dan Pes. Kini, lebih dari 100 tahun kemudian, BRIN kembali mengingatkan potensi kembalinya penyakit pes di Indonesia dan terbukti terjadi lagi namun dengan spesifikasi nama baru dari jenis penyakit tersebut dengan penyebab sakit yang sama.<br><br>1. Wabah Kolera &#8220;Asian Cholera&#8221;: Pembunuh Terbesar Abad 19<br>Kolera adalah wabah paling mematikan di Nusantara pada 1800-an. Penyakit ini muncul berulang kali pada 1819-1826, 1846, 1864, dan 1881.<br>FAKTA KUNCI :<br>&#8211; Penyebab : Bakteri Vibrio cholerae yang masuk melalui kapal dagang dari India.<br>&#8211; Wilayah paling parah : Batavia, Semarang, Surabaya, Cirebon, dan Makassar. Sebagai kota pelabuhan, jalur perdagangan menjadi pintu masuk utama.<br>&#8211; Korban : Data pemerintah Belanda mencatat lebih dari 30.000 orang meninggal di Jawa pada 1864 saja. Total sepanjang abad 19 diperkirakan mencapai ratusan ribu jiwa.<br>&#8211; Gejala : Muntah-muntah dan diare hebat, dehidrasi cepat. Korban bisa meninggal dalam 1-2 hari.<br>&#8211; Penanganan kolonial : Karantina pelabuhan, pembangunan &#8220;huis voor cholera&#8221; atau rumah khusus pasien kolera, hingga penggalian kubur massal.<br><br>2. Wabah Cacar: Pemicu Program Vaksinasi Pertama<br>Virus cacar sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi meledak setiap 10-15 tahun sekali.<br>FAKTA KUNCI :<br>&#8211; Wilayah paling parah : Bali pada 1850-an, NTT, Maluku, dan Kalimantan.<br>&#8211; Korban : Di Bali 1850, sepertiga penduduk beberapa desa dilaporkan meninggal.<br>&#8211; Tindakan penting : Tahun 1879, pemerintah Hindia Belanda mewajibkan vaksinasi cacar pertama kali. Ini menjadi cikal bakal sistem pelayanan kesehatan dasar dan Puskesmas di Indonesia.<br><br>3. Wabah Pes &#8220;Black Death&#8221;: Segitiga Maut di Jawa Timur<br>Meski puncaknya 1910-1930, akar wabah pes sudah masuk sejak 1890-an lewat kapal dari Cina dan India.<br>FAKTA KUNCI :<br>&#8211; Wilayah paling parah : Malang, Kediri, Blitar, dan Surabaya. Kawasan ini dijuluki &#8220;Segitiga Pes&#8221;.<br>&#8211; Korban: 20.000+ orang meninggal pada 1911-1940. Data kumulatif 1910-1960 mencatat 245.375 jiwa meninggal karena pes di Indonesia.<br>&#8211; Gejala: Benjolan besar di ketiak atau leher, demam tinggi.<br>&#8211; Catatan sejarah : dr. Cipto Mangunkusumo tercatat pernah menangani pasien pes tanpa Alat Pelindung Diri lengkap saat itu.<br><br>Wabah Lain yang Merajalela<br>Selain tiga besar di atas, abad 19 juga dihantui:<br>1. Disentri &amp; Typus: Dipicu air kotor. Korban terbanyak dari kalangan pribumi.<br>2. Malaria: Menyebar di seluruh pesisir dan rawa. Buruh perkebunan menjadi kelompok paling rentan.<br>3. Flu Spanyol 1918: Masuk di akhir abad 19. Diperkirakan 1,5 juta orang di Hindia Belanda meninggal.<br><br>Mengapa Wabah Begitu Parah?<br>Arsip dan laporan residen Belanda menyebut 4 faktor utama:<br>1. Sanitasi buruk: Sungai digunakan sekaligus untuk MCK dan sumber air minum.<br>2. Pelabuhan terbuka: Kapal Belanda membawa penyakit dari India, Cina, dan Arab.<br>3. Cultuurstelsel \/ Tanam Paksa: Rakyat kekurangan gizi sehingga imunitas turun.<br>4. Belum ada obat: Antibiotik baru ditemukan pada 1940-an.<br><br>Dampak Sosial dan Awal Sistem Kesehatan Modern<br>Wabah membentuk cara masyarakat bertahan:<br>&#8211; Munculnya dukun dan &#8220;orang pintar&#8221;: Rumah sakit saat itu hanya melayani orang Belanda dan Eropa.<br>&#8211; Ritual tolak bala: Kepercayaan terhadap santet dan kesurupan menguat, terutama di Jawa dan Banyuwangi.<br>&#8211; Lahirnya sistem kesehatan: Belanda mulai membangun rumah sakit dan Sekolah Dokter STOVIA pada 1902 di Batavia.<br><br>Skizofrenia: Bukan Wabah, Tapi Sudah Ada Sejak Lama<br>Berbeda dengan kolera atau cacar, skizofrenia bukan penyakit menular.<br>Catatan sejarahnya:<br>&#8211; Pertama tercatat: Akhir 1800-an di RS Jiwa Bogor 1882 dan RS Jiwa Lawang 1902 dengan istilah &#8220;dementia praecox&#8221;.<br>&#8211; Istilah &#8220;skizofrenia&#8221;: Mulai dipakai sekitar 1911 setelah Eugen Bleuler mengganti namanya. Dokter Belanda di Hindia langsung mengadopsinya.<br>&#8211; Kenapa terasa seperti &#8220;wabah&#8221;: Karena stigma &#8220;kesurupan&#8221;, lonjakan trauma setelah 1945, 1965, dan 1998, serta pendataan saat RS Jiwa dibuka.<br>&#8211; Data modern: Riskesdas Kemenkes 2018 mencatat sekitar 7 per 1000 penduduk Indonesia hidup dengan skizofrenia, atau \u00b1 1,7 juta orang. Penyebabnya genetik, otak, lingkungan, dan trauma menular.<br><br>1. Data Skizofrenia Indonesia 2000-2010<br>Keterbatasan data: Survei nasional baru ada mulai Riskesdas 2013. Sebelum itu datanya dari estimasi, RS, dan penelitian.<br><br>Estimasi nasional<br>&#8211; Prevalensi: Sekitar 1 per mil. Dengan penduduk \u223c200 juta, diperkirakan \u223c2 juta jiwa.<br>&#8211; WHO 2001: Masuk 10 besar penyebab kecacatan dunia. Insiden baru 7 per 1.000 orang usia 15-35 tahun.<br>&#8211; Beban: \u223c300.000 orang mengalami episode akut tiap tahun. 35% mengalami kekambuhan.<br><br>Data RS 2000-2010<br>&#8211; RS Dr. Ernaldi Bahar Palembang: 2010 rawat inap 1.625 orang.<br>&#8211; RSUP Sardjito: Studi 2000 di Jogja n=391, 66% episode pertama onset 15-29 tahun.<br>&#8211; Rawat jalan GMO 2010: Dari 10.812 kunjungan, skizofrenia paranoid 4.612 kasus atau 42,6%.<br><br>Karakteristik yang tercatat<br>&#8211; Usia onset: Pria 15-25 tahun, wanita 25-35 tahun. 90% pasien berobat usia 15-55 tahun.<br>&#8211; Jenis kelamin: Laki-laki dominan. Data Sulsel 2013: 69,6%. Studi 2016: 72%.<br>&#8211; Sosial ekonomi: 85,3% tidak bekerja. Pendidikan terbanyak SD. 66,7% belum menikah.<br>&#8211; Tipe: Paling banyak paranoid dan tak terinci, 49,4%.<br>&#8211; Wilayah: Lebih banyak di perdesaan vs perkotaan.<br><br>2. Data Skizofrenia 2010-2026<br>Perkembangan pengukuran<br>&#8211; Riskesdas 2013: 1,7 per 1.000 penduduk, estimasi \u223c1,5 juta jiwa.<br>&#8211; Riskesdas 2018: 6,7 per 1.000 rumah tangga. Estimasi \u223c400.000-450.000 orang. Catatan: satuan berubah jadi &#8220;per rumah tangga&#8221; sehingga angka terlihat naik 10x.<br>&#8211; SKI 2023: 4,0% rumah tangga ada gejala, 3,0% terdiagnosis.<br><br>Provinsi tertinggi<br>&#8211; 2018: Bali 11,1 per 1.000 RT, DIY 10,4, Sumbar 9,1.<br>&#8211; 2023: DIY 9,3% gejala dan 7,8% terdiagnosis, Jateng 6,5% gejala dan 5,1% terdiagnosis.<br>&#8211; Lainnya: Sumut 6,3 per 1.000 RT. Bali Tabanan 1.418 jiwa rawat jalan 2024.<br><br>Data layanan<br>&#8211; RS Jiwa Manah Shanti Mahottama: 2023 = 6.666 jiwa, 2024 = 6.793 jiwa.<br>&#8211; RSJD Jambi: 2021 = 29.088 kunjungan ODS, 2022 = 32.708.<br>&#8211; RS Islam Madinah Tulungagung: Okt 2024 = 118 rawat inap.<br><br>Karakteristik 2010-2026: Pola sama seperti 2000-2010. Laki-laki \u223c72%, 85,3% tidak bekerja, pendidikan rendah 45,6%, tipe paranoid dominan. 6,6% pernah mengalami pemasungan.<br><br>Tren beban: Kekambuhan tahun pertama tanpa terapi 60-70%. 36,1% berhenti obat karena merasa sembuh, 33,7% tidak rutin. 72% tidak mampu bekerja, 69% dirawat ulang, 22% riwayat percobaan bunuh diri. Harapan hidup lebih pendek 15 tahun.<br><br>3. Gangguan Jiwa Anak 2000-2026<br>&#8211; Prevalensi: Riskesdas 2018, gangguan emosional dan perilaku anak 5-12 tahun \u223c7%. WHO 2022: 1 dari 7 remaja 10-19 tahun di dunia punya gangguan jiwa. Di Indonesia estimasi 15-20% remaja.<br>&#8211; Jenis umum: Anak 5-12 th: ADHD, cemas, trauma, autisme. Remaja 13-18 th: depresi, cemas, gangguan makan, self-harm, skizofrenia onset dini.<br>&#8211; Faktor risiko: Bullying, masalah keluarga, akademik, media sosial, kemiskinan.<br>&#8211; Dampak Covid 2020-2022: Kunjungan ke layanan kesehatan jiwa Puskesmas naik signifikan karena cemas, depresi, gangguan tidur.<br>&#8211; Layanan: Mulai ada Puskesmas Ramah Anak dan Posyandu Jiwa sejak 2019. Tapi SDM psikolog dan psikiater anak masih kurang.<br><br>4. Konteks Penyakit Lain di Indonesia 2000-2026<br>Biar ada gambaran beban ganda:<br>&#8211; Penyakit menular: Masih ada. 10 besar: ISPA 24%, diare 10,3%, TBC 1,0%, DBD 7,8 per mil, malaria 20,29 per mil.<br>&#8211; PTM naik tajam: Hipertensi 34,1% usia \u226518 tahun 2018. DM 8,5%. Stroke, jantung, kanker juga naik. Pemicu: merokok, kurang aktivitas fisik, konsumsi buah sayur kurang.<br>&#8211; Masalah lain: Gigi 60%, gangguan penglihatan 31%, anemia 20%, gangguan jiwa 7 per 1.000 RT.<br><br>5. Gambaran Jawa Timur<br>&#8211; Keluhan umum: 28,55% penduduk punya keluhan. Perkotaan 32,02% &gt; perdesaan 24,36%.<br>&#8211; 10 besar penyakit contoh Trenggalek: 1. Hipertensi 18.562, 2. Penyakit lambung 14.348, 3. ISPA 13.516, 5. DM tipe 2 5.006.<br>&#8211; Gangguan jiwa: Prevalensi gangguan jiwa berat keturunan 3,1 per 1.000. Tertinggi di Lumajang. Data Puskesmas: diagnosis tertinggi skizofrenia 71%. Laki-laki 57%, usia terbanyak 34-46 tahun.<br>&#8211; Dinsos: Masih ada program bebas pasung. Rujukan utama ke RSJ Menur Surabaya.<br><br>6. Potensi dan Tantangan 2026-2030<br>Beban yang diprediksi naik<br>1. Cemas dan depresi remaja: Dampak medsos, ekonomi, kerja. WHO prediksi beban mental naik 25% sampai 2030.<br>2. ODGJ berat: Diperkirakan 500-550 ribu orang. Tantangan kekambuhan tinggi.<br>3. Komorbid PTM: Pasien hipertensi dan DM punya risiko depresi 2-3x lipat.<br>4. Anak: Kasus rujukan ke psikolog anak diprediksi naik 2x karena skrining sekolah.<br><br>Faktor kunci : Ekonomi, penambahan SDM, teknologi, dan kebijakan BPJS yang cover konseling.<br>Kesimpulan :<br>1. Data 2000-2010 masih estimasi karena belum ada survei nasional. Angka acuan: 1 per mil atau \u223c2 juta jiwa.<br>2. Setelah 2013 data lebih lengkap. Terjadi kenaikan pelaporan karena metode dan kesadaran, bukan hanya karena kasusnya naik.<br>3. Pola karakteristik pasien relatif konsisten: laki-laki, usia produktif, pendidikan rendah, pengangguran tinggi, kekambuhan tinggi.<br>4. Beban bergeser dari hanya RS Jiwa ke layanan primer dan pencegahan, terutama untuk remaja dan PTM.<br>5. 2026-2030 akan jadi periode krusial. Keberhasilan tergantung deteksi dini di Puskesmas, sekolah, dan tempat kerja.<br><br>Kabar Terbaru: BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes<br>Dalam rilis April 2026, BRIN melalui Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi meminta masyarakat waspada terhadap pes.<br>Alasannya:<br>&#8211; Silent period : Beberapa tahun terakhir tidak ada kasus pada manusia, tapi bakteri, pinjal, dan tikus sebagai vektor masih ditemukan di wilayah enzootik Indonesia.<br>&#8211; Faktor pemicu : Deforestasi, alih fungsi lahan, dan pertumbuhan penduduk membuat habitat tikus mendekat ke pemukiman. Perubahan iklim juga meningkatkan populasi pinjal.<br>&#8211; Risiko penularan : Terutama lewat gigitan pinjal yang membawa bakteri.<br>Hingga saat ini belum ada pengumuman kasus baru pada manusia.<br><br>Pes atau Pesteurellosis disebabkan bakteri dari tikus dan hewan pengerat. Penularan paling sering melalui gigitan kutu tikus. Ada 3 tipe utama: Pes Kelenjar, Pes Septikemia, dan Pes Paru-paru.<br><br>Sumber Arsip yang Bisa Dicek<br>1. Berita ini dikutip dan diteruskan Para ahli kesehatan masyarakat dari abad 19 arsip Indonesia <br>2. Arsip Nasional RI : Jurnal Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indi\u00eb<br>3. Buku : Cholera in Java &#8211; William F. Bynum<br>4. Laporan Residen Belanda : Data korban wabah tahunan<br>5. PENULIS ulang rangkaian : jurnalis Billy Pratama Raharjo <br><br>Tim investigasi <br>Billy Pratama Raharjo <br>082245051934<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jawa Timur, Jum&#8217;at 31 Juli 2026 \u2014 Jurnalistik Billy Pratama Raharjo &#8220;berita ini ditulis ulang dan dirangkum detail<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28485],"tags":[],"class_list":["post-91529","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-peristiwa-ekonomi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jawa Timur, Jum&#8217;at 31 Juli 2026 \u2014 Jurnalistik Billy Pratama Raharjo &#8220;berita ini ditulis ulang dan dirangkum detail\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-30T08:37:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-30T08:37:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/\",\"name\":\"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-30T08:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-30T08:37:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg\",\"width\":667,\"height\":1000},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\"],\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -","og_description":"Jawa Timur, Jum&#8217;at 31 Juli 2026 \u2014 Jurnalistik Billy Pratama Raharjo &#8220;berita ini ditulis ulang dan dirangkum detail","og_url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/","article_published_time":"2026-07-30T08:37:00+00:00","article_modified_time":"2026-07-30T08:37:05+00:00","og_image":[{"width":667,"height":1000,"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/","name":"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!! -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg","datePublished":"2026-07-30T08:37:00+00:00","dateModified":"2026-07-30T08:37:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#primaryimage","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg","contentUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/img-20260730-wa01606768332806213241224.jpg","width":667,"height":1000},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/07\/30\/tiga-wabah-besar-abad-19-mengguncang-indonesia-dan-awal-mula-masuk-berbagai-macam-jenis-penyakit-termasuk-skizofrenia-dan-perkembangan-penyakit-sampai-2026\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/patroli86.com\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tiga Wabah Besar Abad 19 Mengguncang INDONESIA dan Awal Mula Masuk Berbagai Macam Jenis Penyakit Termasuk Skizofrenia Dan Perkembangan Penyakit Sampai 2026 !!!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/patroli86.com\/home"],"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=91529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":91530,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/91529\/revisions\/91530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=91529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=91529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=91529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}