{"id":99092,"date":"2026-09-30T04:51:53","date_gmt":"2026-09-30T04:51:53","guid":{"rendered":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?p=99092"},"modified":"2026-09-30T04:51:54","modified_gmt":"2026-09-30T04:51:54","slug":"siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/","title":{"rendered":"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU &#8220;ALAT SADAP BIOLOGIS&#8221; DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"578\" src=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-1024x578.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-99091\" srcset=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-1024x578.jpg 1024w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-300x169.jpg 300w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-768x433.jpg 768w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-1536x866.jpg 1536w, https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg 1599w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br><br>Menanggapi pemberitaan Jurnalis Billy Pratama Raharjo<br><br>JAKARTA, 30 SEPTEMBER 2026 &#8211; Beredar kuat di ruang publik sebuah kutipan yang menjadi pegangan etika jurnalistik dan literasi digital:<br><br>&gt; &#8220;Jangan pernah mendengarkan nasihat dari seseorang yang tidak ikut menanggung risiko.&#8221;<br><br>Kutipan tersebut menjadi sangat relevan untuk mengedukasi publik terkait isu sensitif yang saat ini dalam proses penanganan resmi negara: dugaan penggunaan alat sadap biologis yang dilaporkan oleh jurnalis Sidoarjo, Billy Pratama Raharjo.<br><br>FAKTA HUKUM TERKINI &#8211; LAPORAN TELAH DITERIMA OMBUDSMAN RI<br><br>Agar tidak menjadi spekulasi liar, berikut fakta terverifikasi berdasarkan penelusuran:<br><br>1. Pelapor: Billy Pratama Raharjo, Jurnalis Sidoarjo.<br>2. Laporan awal terkait permohonan perlindungan diri atas dugaan teror dan penggunaan alat sadap biologis telah disampaikan sejak 14 Oktober 2024 ke Polresta Sidoarjo.<br>3. Pengaduan resmi ke Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur dengan nomor LM No. 0231\/LM\/V\/2026\/SBY sejak 28 April 2026.<br>4. Pada 1 Juli 2026, Inspektorat Ombudsman RI secara resmi menerbitkan surat No. T\/1714\/PW.04.02\/VII\/2026 yang ditandatangani Plt. Inspektur Mohammad Bahrunsyah Lamatenggo, menyatakan pengaduan atas dugaan alat sadap biologis telah diterima dan terdaftar dalam sistem nasional dengan nomor WBS2.0-2606-00104. Status: Tahap Penelaahan.<br>5. Proses kelalaian dan kajian baru Omdusman RI dari para instasi tergugat lain akan menjadi gugatan Ptun yang akan diteruskan ke mahkamah agung RI untuk uji dan pengawasan lebih tinggi selanjutnya pokok tindakan dan skema rangkaian pengawasan kasus ini akan naik dipersidangan khusus internasional dari PBB, Unicef dan pengadilan Serikat internasional.<br><br>Artinya, isu ini bukan lagi isu media sosial, melainkan sudah menjadi obyek pengawasan pelayanan publik oleh lembaga negara hingga internasional.<br><br>EDUKASI: APA YANG DIMAKSUD ALAT SADAP BIOLOGIS DALAM LAPORAN?<br><br>Berdasarkan rangkaian pemberitaan yang dihimpun dari media http:\/\/patroli86.com dan http:\/\/NasionalPos.com, yang dimaksud pelapor adalah:<br><br>Fenomena suara yang tiba-tiba muncul dan terdengar serentak di ribuan titik, yang memicu konflik sosial. Dalam laporan medis yang dikutip media tersebut, dampak psikologis dari paparan suara terus-menerus ini didiagnosis mendekati gejala skizofrenia akut, kecemasan berat, emosi tidak terkontrol, dan gangguan pikir yang berbahaya karena dapat berakibat pada tindakan membahayakan diri sendiri maupun orang lain hingga kematian akibat teror yang membuat sakit di area tubuh dengan fungsi alat utama bisa kontrol otak manusia, serta bersifat sangat berbahaya.<br><br>Poin edukasinya adalah: Jangan pernah menyederhanakan penderitaan orang lain sebagai &#8220;halusinasi&#8221; atau &#8220;kurang ibadah&#8221; jika Anda tidak ikut menanggung risikonya.<br><br>BEDAH KUTIPAN: &#8220;JANGAN DENGARKAN NASIHAT DARI YANG TIDAK MENANGGUNG RISIKO&#8221;<br><br>Inilah inti siaran pers ini. Dalam isu alat sadap biologis, ada 3 jenis pemberi nasihat yang harus diwaspadai:<br><br>1. Nasihat &#8220;Diabaikan Saja&#8221; dari yang tidak mengalami.<br>Mudah berkata &#8220;cuekin saja&#8221; jika yang memberi nasihat tidak pernah mengalami teror suara ataupun masalah berkaitan dengan alat sadap dan kelompok jaringaya, tidak mengalami laporan polisi yang dihentikan, dan tidak mengalami proses 2 tahun tanpa kejelasan. Risiko kesehatan mental, pekerjaan, dan keselamatan keluarga hanya ditanggung oleh korban dan pelapor.<br><br>2. Nasihat untuk korban tupoksi antara lembaga menyarankan untuk saat ini kepada para pelapor &#8220;Itu Halusinasi&#8221; dari yang tidak memeriksa data medis dan hukum.<br>Pemberian label medis pemeriksaan dan bukti diteror adalah pelanggaran etika. Risiko salah diagnosis ditanggung korban, bukan pemberi label. Ombudsman sendiri sudah menyatakan akan menelaah kelengkapan data secara transparan dan siap bersedia untuk dihukum seberat-beratnya meminta untuk diajukan gugatan kepada tingkat mahkamah agung maupun internasional atas tangung jawab terkait kajian yang saat ini dialami para korban.<br><br>3. Nasihat kajian daerah &#8220;Jangan Dilaporkan&#8221; dari yang tidak ikut bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.<br>Jika terjadi ancaman terhadap keselamatan jiwa, yang menanggung risiko adalah pelapor dan keluarganya. Maka nasihat untuk diam adalah nasihat yang tidak berisiko bagi pemberinya.<br><br>SIARAN PERS UNTUK MEDIA &amp; MASYARAKAT<br><br>Sehubungan dengan pemberitaan alat sadap biologis, kami menyampaikan sikap edukatif:<br><br>1. Hormati Proses Hukum: Kasus ini sedang dalam penelaahan Ombudsman RI dan sebelumnya telah melalui gelar perkara khusus di Satreskrim Polresta Sidoarjo tanpa adanya pelapor, saksi dan kuasa hukum. Untuk saat ini proses dalam 3 tahap gugatan dari PTUN ke mahkamah agung lalu kesidang internasional.<br>2. Terapkan Skin in The Game: Jika Anda ingin berkomentar, tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya ikut menanggung risiko dari nasihat saya? Jika tidak, tahan diri untuk tidak memberikan vonis.<br>3. Edukasi, Bukan Stigmatisasi: Jika ada warga yang mengeluh mendengar suara-suara yang mengganggu, arahkan ke 3 jalur: <br>(a) Pemeriksaan medis di Puskesmas\/RS, <br>(b) Pelaporan resmi ke SP4N LAPOR!, <br>(c) Pengamanan digital dan privasi.<br>4. Untuk Jurnalis: Liputan alat sadap biologis wajib berpegang pada data birokrasi dan demokrasi sebagai kontrol masyarakat hingga pusat serapan bukti masyarakat, verifikasi dokumen (Surat Ombudsman, SPPP), dan menghindari sensasionalisme &#8220;suara gaib&#8221; yang justru memperparah kondisi psikologis publik karena kekecewaan tindakan wajib oleh pemerintah malah menjadi kan kondisi ini untuk kerja sama dengan jaringan alat sadap biologis ini merusak negara dengan kudeta perlahan dan menekan masyarakat yang lebih para dengan ekonomi daerah kritis juga banyaknya korban kesakitan, psikologis menurun hingga fatalnya meninggal dunia.<br><br>&gt; Risiko adalah harga dari sebuah nasihat. Nasihat yang benar selalu datang dari orang yang siap ikut menanggung konsekuensinya. Jika seseorang menyuruh Anda diam saat Anda diteror, tanyakan: apakah dia akan ikut bertanggung jawab jika teror itu menjadi nyata?<br><br>Demikian siaran pers edukasi ini dibuat untuk mencerdaskan publik dan mendukung kerja-kerja pengawasan dalam mengawal dugaan penggunaan alat yang melanggar di negara Indonesia, dan kami sebagai JURNALIS akan terus menegakkan keadilan dan suara masyarakat sebagai bukti kami akan selalu mengabarkan tiap proses jalannya kasus alat sadap biologis ini sampai tuntas ke akarnya.<br><br>Narasumber &amp; Referensi Dokumen:<br>&#8211; Jurnalis Pelapor: Billy Pratama Raharjo<br>&#8211; Surat Ombudsman RI T\/1714\/PW.04.02\/VII\/2026 tertanggal 1 Juli 2026<br>&#8211; Registrasi WBS2.0-2606-00104<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menanggapi pemberitaan Jurnalis Billy Pratama Raharjo JAKARTA, 30 SEPTEMBER 2026 &#8211; Beredar kuat di ruang publik sebuah kutipan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28482],"tags":[],"class_list":["post-99092","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-peristiwa-daerah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU &quot;ALAT SADAP BIOLOGIS&quot; DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU &quot;ALAT SADAP BIOLOGIS&quot; DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menanggapi pemberitaan Jurnalis Billy Pratama Raharjo JAKARTA, 30 SEPTEMBER 2026 &#8211; Beredar kuat di ruang publik sebuah kutipan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-30T04:51:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-30T04:51:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"902\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/\",\"name\":\"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU \\\"ALAT SADAP BIOLOGIS\\\" DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-1024x578.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-30T04:51:53+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-30T04:51:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg\",\"width\":1599,\"height\":902},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU &#8220;ALAT SADAP BIOLOGIS&#8221; DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website\",\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/patroli86.com\/home\"],\"url\":\"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU \"ALAT SADAP BIOLOGIS\" DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU \"ALAT SADAP BIOLOGIS\" DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -","og_description":"Menanggapi pemberitaan Jurnalis Billy Pratama Raharjo JAKARTA, 30 SEPTEMBER 2026 &#8211; Beredar kuat di ruang publik sebuah kutipan","og_url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/","article_published_time":"2026-09-30T04:51:53+00:00","article_modified_time":"2026-09-30T04:51:54+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":902,"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/","name":"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU \"ALAT SADAP BIOLOGIS\" DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393-1024x578.jpg","datePublished":"2026-09-30T04:51:53+00:00","dateModified":"2026-09-30T04:51:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg","contentUrl":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/img-20260930-wa0068891789505761804393.jpg","width":1599,"height":902},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/2026\/09\/30\/siaran-pers-edukasi-publik-memahami-isu-alat-sadap-biologis-dan-prinsip-risiko-dalam-menyikapi-informasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/patroli86.com\/home\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SIARAN PERS &amp; EDUKASI PUBLIK: MEMAHAMI ISU &#8220;ALAT SADAP BIOLOGIS&#8221; DAN PRINSIP RISIKO DALAM MENYIKAPI INFORMASI"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#website","url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/","name":"","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/patroli86.com\/home\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/f40e5b2e46a2ced3d9b722e2464a9482","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/patroli86.com\/home\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3050c8890d6bd3be9a36ce03e668f62c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/patroli86.com\/home"],"url":"https:\/\/patroli86.com\/home\/author\/admin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99092"}],"collection":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=99092"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99093,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/99092\/revisions\/99093"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=99092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=99092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/patroli86.com\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=99092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}