
Halmahera Selatan//Patroli86.com// — Sebanyak 16 penumpang longboat yang bertolak dari Kayoa menuju Desa Gurua, Kecamatan Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, tersesat hingga ke perairan Oba, Kota Tidore Kepulauan, akibat kabut asap yang membatasi jarak pandang. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari. Longboat yang mengangkut 16 penumpang itu kehilangan arah akibat kabut asap dan terbawa arus hingga ke perairan Oba. Situasi semakin sulit ketika BBM kapal habis di tengah perjalanan.
Dalam kondisi darurat tersebut, salah seorang penumpang, Muhammad Hi. Adam, yang menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Gurua, memanfaatkan akses internet yang masih tersedia untuk menghubungi anggota Polsek Pulau Makian, Sayuti Hi. Zainal, guna meminta pertolongan.
Sayuti mengungkapkan, pesan terakhir yang diterimanya hanya berisi informasi mengenai lokasi keberadaan longboat. Setelah menerima informasi tersebut, ia langsung berangkat dari Desa Gurua menuju titik lokasi yang dibagikan.
“Saat tiba di lokasi, kami menemukan mereka sudah hanyut sampai ke perairan Oba dalam kondisi BBM habis. Saya kemudian memberikan BBM sebanyak 25 liter. Setelah itu, kami bersama-sama bertolak menuju Desa Gurua dengan menggunakan Google Maps. Seluruh penumpang selamat dan dalam keadaan baik,” kata Sayuti.
Aksi cepat Sayuti mendapat apresiasi dari akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Muamil Sunan. Ia menilai inisiatif anggota Polsek Pulau Makian tersebut patut diapresiasi karena membantu menyelamatkan 16 penumpang di tengah kondisi kabut asap yang menyulitkan pelayaran.
“Langkah anggota Polsek Pulau Makian itu patut diacungi jempol. Dengan modal keberanian dan kepercayaan diri, ia mampu membantu mengevakuasi warga tanpa bantuan khusus dari Basarnas maupun pihak lainnya,” ujar Muamil.
Meski demikian, Muamil mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan perjalanan laut, terutama ketika kabut asap mengurangi jarak pandang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kapal kehilangan arah dan membahayakan keselamatan penumpang.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub), untuk memperketat pengawasan terhadap transportasi laut, terutama saat kondisi cuaca atau jarak pandang tidak mendukung pelayaran.
Menurutnya, pengawasan perlu mencakup kesiapan kapal, kondisi keselamatan penumpang, serta ketersediaan BBM sebelum keberangkatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut maupun kejadian serupa.
“Pengawasan perlu diperkuat untuk memastikan keselamatan penumpang, kesiapan kapal, serta ketersediaan BBM sebelum keberangkatan. Langkah ini penting agar risiko kecelakaan maupun penumpang kehilangan arah di laut dapat dicegah,” tandasnya.
(Tim Red)








