
SINTANG, KALBAR ,, patroli 86.com ,, Kondisi memprihatinkan dan sangat membahayakan pengguna jalan ditemukan di Jembatan Tapang KM 373+720, Ruas Jalan Nasional Sekadau – Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Berdasarkan pantauan langsung Tim Info Cyber Nusantara pada Sabtu, 25 Oktober 2026 pukul 16:32 WIB*, terlihat retakan memanjang yang menganga cukup lebar dan dalam di tengah badan Jembatan Tapang.
Foto bukti valid dengan Timemark 100% akurat menunjukkan aspal di atas jembatan tersebut sudah pecah, hancur, dan membentuk celah memanjang searah laju kendaraan. Marka jalan kuning di sampingnya pun sudah retak-retak.
SANGAT BERBAHAYA BAGI PENGENDARA
Celah memanjang ini sangat berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor. Ban motor yang kecil bisa terjepit masuk ke dalam celah tersebut dan menyebabkan pengendara oleng dan terjatuh, apalagi saat melaju dengan kecepatan sedang hingga tinggi.
“Lokasi ini membahayakan orang banyak, terutama malam hari karena tidak ada penerangan dan marka sudah pudar. Jika hujan, retakan ini akan tertutup genangan air sehingga tidak terlihat,” ujar HKI, Jurnalis Info Cyber Nusantara di lokasi.
Diketahui, Jembatan Tapang KM 373+720 ini dibangun pada Tahun Anggaran 2018 oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Barat. Artinya, jembatan ini sudah berusia 8 tahun dan diduga minim perawatan preservasi overlay.
Jembatan ini merupakan bagian vital dari Jalan Nasional Trans Kalimantan yang menghubungkan Pontianak – Sanggau – Sekadau – Sintang dan merupakan akses utama menuju Bandara Tebelian Sintang.
DESAKAN UNTUK BPJN KALBAR
Atas temuan ini, Info Cyber Nusantara mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat XX Pontianak yang berkantor di Jl. Veteran No.1 Pontianak, untuk segera turun tangan melakukan perbaikan darurat.
“Kami minta PPK Ruas Sekadau – Tebelian dan Tim Preservasi BPJN Kalbar segera melakukan penambalan dan perbaikan expansion joint di Jembatan Tapang. Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki,” tegas HKI.
Hingga berita ini dirilis, kondisi retakan masih menganga dan belum ada tanda-tanda perbaikan maupun rambu peringatan bahaya di sekitar lokasi.
( Kaperwil Kalbar Thomas dp)







