
Ketapang: patroli 86 com Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, S.H., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang Tahun 2026, Minggu (8/11/2026), bertempat di Aula Masjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MABM Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh Melayu, perwakilan organisasi adat, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta para ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) MABM se-Kabupaten Ketapang.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Jamhuri Amir menyampaikan salam hormat dari Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang belum dapat hadir secara langsung karena adanya tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ia juga membacakan sambutan Bupati Ketapang sekaligus mewakili Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, disampaikan bahwa Musda merupakan momentum penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, memperkuat konsolidasi, serta menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan organisasi ke depan.
Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Diharapkan Musda MABM tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menyatukan gagasan, dan merumuskan langkah nyata dalam menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Melayu di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang memiliki kekayaan adat, budaya, dan tradisi yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Budaya Melayu sebagai salah satu kekayaan budaya daerah memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Budaya Melayu tidak hanya tercermin melalui bahasa, kesenian, adat istiadat, dan tradisi, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan seperti sopan santun, etika, tata krama, gotong royong, persaudaraan, serta semangat musyawarah.
Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama. Generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan warisan budaya daerah agar tumbuh menjadi generasi yang maju, memiliki wawasan luas, tetapi tetap mengenal jati diri dan bangga terhadap budayanya sendiri.
Dalam hal ini, MABM memiliki peran strategis sebagai wadah masyarakat Melayu dalam menjaga nilai-nilai adat dan tradisi, sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan.
Wakil Bupati berharap MABM Kabupaten Ketapang dapat terus aktif melestarikan adat istiadat, seni, bahasa, dan tradisi Melayu. Selain itu, pembinaan terhadap generasi muda juga perlu diperkuat agar kecintaan terhadap budaya daerah tetap tumbuh dan berkembang.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Ketapang menyadari bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi adat dan budaya.
Karena itu, MABM diharapkan dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
Kabupaten Ketapang merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang memiliki beragam suku, agama, dan budaya. Oleh sebab itu, nilai-nilai luhur budaya Melayu yang mengedepankan toleransi, saling menghormati, persaudaraan, dan kebersamaan diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Terkait pelaksanaan Musda, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan musyawarah mufakat dalam menentukan kepemimpinan MABM Kabupaten Ketapang untuk periode 2026–2031.
Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah memimpin organisasi diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab dengan tulus, menjaga marwah organisasi Melayu, merangkul seluruh elemen masyarakat Melayu, serta menghadirkan program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
MABM diharapkan dapat menjadi rumah besar masyarakat Melayu yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat persatuan dan mendukung kemajuan Kabupaten Ketapang.
Pada kesempatan tersebut, Jamhuri Amir juga menyampaikan bahwa dirinya secara pribadi tidak ikut mencalonkan diri dalam kompetisi pemilihan Ketua MABM Kabupaten Ketapang. Ia berharap seluruh rangkaian Musda dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.
Melalui Musda MABM Kabupaten Ketapang Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap lahir kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu membawa organisasi semakin maju serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan saling menghargai, mari terus menjaga kekayaan adat dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah, sekaligus memperkuat persatuan untuk mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju, harmonis, dan sejahtera)
( Korwil Kalbar Thomas dp)








