
Tanah Bumbu – Kalimantan selatan, patroli86.com, ~~ Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmen luar biasa dalam mewujudkan Jembatan Batulicin-Pulau Laut Kotabaru, Selasa 15 Juni 2025.
Setelah mengucurkan Rp100 miliar pada tahun 2024, Pemkab Tanbu kembali menganggarkan dana fantastis Rp100 miliar melalui APBD 2025 demi percepatan proyek infrastruktur strategis ini.
Langkah ambisius ini menegaskan peran krusial Tanbu dalam megaproyek berkelas dunia yang akan mengubah lanskap ekonomi dan konektivitas regional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu, Hernadi, menegaskan bahwa Tanbu tak hanya sekadar berkontribusi, melainkan menjadi motor penggerak utama.
“Pemkab Tanah Bumbu telah menggelontorkan dana Rp100 miliar pada 2024, kemudian menganggarkan kembali Rp100 miliar melalui APBD 2025,” ujar Hernadi.
Komitmen ini tidak berhenti di situ; Hernadi menegaskan bahwa Tanah Bumbu konsisten hingga lima tahun ke depan akan menganggarkan dana Rp100 miliar per tahun untuk kelanjutan proyek tersebut. Ini adalah sebuah deklarasi finansial yang menggaransi keberlanjutan proyek vital ini.
Dinas PUPR Kabupaten Tanah Bumbu memikul tanggung jawab besar dalam proyek ini, khususnya dalam pembebasan lahan yang krusial di sisi wilayah Tanah Bumbu, Ini bukan tugas mudah, mengingat kompleksitas legalitas dan sosial yang kerap menyertai proyek infrastruktur besar.
Selain itu, Administrasi dan Perizinan PUPR atau Pemerintah Daerah Tanah Bumbu secara aktif memfasilitasi berbagai perizinan dan kelengkapan administrasi, memastikan proyek berjalan lancar dan sesuai regulasi ketat.
Hernadi juga menyoroti pentingnya koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan pusat. Sinkronisasi program, identifikasi kendala di lapangan, serta kolaborasi antarlevel pemerintahan menjadi kunci untuk memastikan proyek Jembatan Batulicin-Pulau Laut berjalan tanpa hambatan berarti.
Jembatan dengan panjang total 6,5 kilometer ini diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp3 triliun. Angka kolosal ini merupakan akumulasi dari kontribusi berbagai pihak: APBN (pemerintah pusat), APBD Provinsi Kalimantan Selatan, APBD Kabupaten Tanah Bumbu, dan APBD Kotabaru.
Ini menunjukkan konsensus nasional dan regional akan urgensi proyek ini sebagai proyek strategis nasional dan regional yang mampu membuka gerbang pertumbuhan ekonomi baru dan memperkuat integrasi wilayah.
Saat ini, progres pembangunan fokus pada pekerjaan struktur bawah, meliputi pondasi dan tiang pancang. Di titik-titik yang lahan sudah bebas, pekerjaan ini berjalan intensif. Selain itu, pekerjaan persiapan untuk akses jalan penghubung menuju jembatan di kedua sisi, Tanah Bumbu dan Kotabaru, juga terus digenjot.
“Mobilisasi alat berat dan material juga terus dilakukan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan konstruksi,” pungkas Hernadi, menggambarkan dinamika di lapangan yang tak pernah berhenti.
Proyek Jembatan Batulicin-Pulau Laut bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan jembatan masa depan yang akan menghubungkan potensi, menggerakkan roda ekonomi, dan memperkuat infrastruktur vital Kalimantan Selatan.








