
Banjar – Kalimantan Selatan, 17 Juli 2025, Patroli86.com, — Kepala Biro Perencanaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Mardiharto Tjokrowasito baru-baru ini menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, menandai percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banjar yang sangat dinanti.
Inisiatif krusial ini muncul sebagai respons langsung terhadap tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Banjar, diperparah dengan ketiadaan pusat rehabilitasi pemerintah di daerah tersebut. Selama ini, para pecandu narkotika dari Banjar terpaksa menempuh rehabilitasi di Kabupaten Banjarbaru.
Ironisnya, mayoritas pasien di fasilitas Banjarbaru justru berasal dari Banjar, sebuah fakta yang semakin mempertegas urgensi keberadaan BNN di Bumi Serambi Mekkah
.
Komitmen Luar Biasa Pemkab Banjar Demi Perang Melawan Narkoba
Pemkab Banjar menunjukkan komitmen tak tergoyahkan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Untuk mendukung penuh pembangunan Kantor BNN Kabupaten Banjar, Pemkab Banjar telah menghibahkan tanah seluas 4.251,462 meter persegi yang strategis di Jalan Menteri Empat, Kelurahan Keraton, Martapura Kota.
Tidak hanya itu, untuk memastikan operasional dapat segera berjalan, Pemkab Banjar juga menyediakan kantor sementara seluas 607 meter persegi di Jalan Ahmad Yani Km. 38. Tambahan empat unit kendaraan operasional juga disiapkan untuk menunjang kelancaran tugas BNN di lapangan.
Dukungan finansial dan sumber daya manusia pun tidak main-main. Pemkab Banjar mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar, menyiapkan 11 orang sumber daya manusia (SDM) terlatih, serta melengkapi seluruh alat perkantoran yang dibutuhkan untuk operasional awal BNN Kabupaten Banjar.
BNN pusat memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif dan komitmen luar biasa Pemkab Banjar ini.
Pembentukan struktur kelembagaan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat adalah kunci utama dalam upaya P4GN yang efektif.
Kehadiran BNN Kabupaten Banjar diharapkan akan menjadi tonggak sejarah penting dalam upaya menyelamatkan generasi muda Banjar dari bahaya narkotika dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat.









