
Halmahera Selatan//patroli86.com// — Insiden menghebohkan terjadi di depan Kantor Balai Pertemuan Desa Kaireu, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, setelah bendera Merah Putih terlihat terpasang dalam kondisi terbalik—putih di atas, merah di bawah. Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang menilai pemasangan bendera tersebut mencederai simbol negara.
Dari pantauan langsung, bendera nasional yang seharusnya menjadi lambang kedaulatan dan kehormatan negara, tampak dipasang secara tidak semestinya. Posisi putih di atas dan merah di bawah membuatnya menyerupai bendera negara lain, sehingga dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa dianggap remeh.
Hal ini di kecamatan keras oleh ketua DPC Gpm Halsel tindakan kelalaian tersebut. kelalaian aparatur desa dalam menjaga simbol negara, terlebih insiden ini terjadi di depan fasilitas publik milik pemerintah desa.
,”Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Bendera adalah simbol negara, harus dijaga dan dihormati. Jika aparatur desa lalai soal ini, bagaimana dengan hal lainnya?” ujar Harmain Rusli.
Belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Kaireu maupun aparat terkait perihal kejadian ini. Namun, masyarakat mendesak agar pihak pemerintah desa segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka atas kelalaian tersebut.
Aktivis pemuda Gpm bung Harmain rusli juga menyuarakan perlunya evaluasi terhadap pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tingkat desa, agar kejadian serupa tidak terulang.
,“Perlu ada pembinaan dan edukasi ulang soal simbol negara kepada seluruh perangkat desa. Ini sangat penting untuk menjaga martabat bangsa di level akar rumput,” ujar Harmain
Hingga berita ini diturunkan, bendera belum diturunkan atau diperbaiki, sementara sorotan publik terus menguat. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemerintahan desa di wilayah Halmahera Selatan agar lebih memperhatikan hal-hal prinsipil menyangkut simbol dan identitas negara.
(Sulfi/patroli86.com)








