
Halmahera Selatan // Patroli86.com// — Komitmen terhadap pembangunan tak surut meski dihadang kondisi fisik. Itulah yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan, Abidin Taib, yang tetap memimpin percepatan pembangunan jembatan penghubung di Dusun Taba MOI, meskipun dalam kondisi kesehatan yang kurang prima.
Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari program prioritas fisik tahap satu Pemerintah Desa Tabalema tahun 2025. Proyek tersebut direncanakan akan mulai digarap secara gotong royong bersama masyarakat pada Jumat, 1 Juni 2025, sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan warga.
Dengan anggaran sebesar Rp70 juta dan alokasi upah pekerjaan sebesar Rp14 juta, jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mobilitas warga, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat antarwilayah.
Partisipasi aktif masyarakat Dusun Taba MOI menjadi penguat utama dalam proyek ini. Mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu secara swadaya, terutama dalam tahap pengecoran awal yang menjadi fondasi utama pembangunan.
Dalam keterangannya, Abidin Taib menyampaikan bahwa kondisi kesehatan tak boleh dijadikan alasan untuk menunda pembangunan. Ia tetap memimpin langsung setiap proses, memberi semangat kepada perangkat desa, serta membuka ruang kritik demi kemajuan bersama.
,“Saya berharap, menjadi seorang pejabat publik jangan dianggap sebagai hal yang tidak lumrah apabila dikritik. Justru ini harus menjadi bahan evaluasi agar kami bisa bekerja lebih baik untuk masyarakat,” ungkap Abidin Taib.
Dedikasi Abidin Taib yang tetap bergerak di tengah kondisi sakit mendapat apresiasi luas. Warganya menilai sikap tersebut sebagai wujud nyata dari tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Selain pembangunan jembatan, Pemdes Tabalema juga telah merancang program lanjutan pada tahap dua, yakni pembangunan pagar desa yang akan dibangun sepanjang lebih dari 200 meter. Proyek ini direncanakan untuk memperindah lingkungan serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga desa.
Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat bukan hanya slogan, melainkan kunci keberhasilan dalam membangun desa secara berkelanjutan dan partisipatif.
(Tim Red)





