
Sumenep,, patroli86.com,, Peserta sepeda hias asal Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sukses menjadi pusat perhatian penonton pada kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 24/8/2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Festival Sepeda Hias Tahun 2025 Disbudporapar Sumenep bersama Keluarga Besar PC-1327 FKPPI Sumenep ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Festival tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga sarana untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat menjaga budaya lokal.
Kehadiran mereka yang mengangkat tema kearifan lokal tidak hanya memikat mata, tetapi juga menghadirkan nuansa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Sepanjang rute, sorakan meriah dan tepuk tangan bergemuruh mengiringi rombongan, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas yang ditampilkan.
Kontingen dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Dungkek menampilkan konsep yang terinspirasi dari tradisi khas Sumenep. Keunikan tersebut membuat penampilan mereka berbeda dari peserta lain karena mampu menghadirkan nuansa budaya yang kuat sekaligus memukau secara visual.
“Kami ingin menampilkan kearifan lokal agar tradisi masyarakat tetap terjaga dan dilestarikan,” ujar Rusliyanto, Ketua KKKS Kecamatan Dungkek, ketika dimintai keterangan.
Ia menegaskan bahwa konsep yang dihadirkan bukan sekadar hiburan semata. Lebih dari itu, penampilan ini membawa pesan mendalam agar generasi sekarang maupun mendatang senantiasa merawat, menjaga, serta meneruskan warisan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sumenep.
“Semoga apa yang kami suguhkan bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk melestarikan tradisi ke depan,” tambahnya.
Suasana semakin riuh ketika peserta dengan nomor urut 09 melintasi garis finish. Tepuk tangan dan sorakan penonton menggema, bahkan banyak yang berpendapat bahwa kelompok tersebut layak menyandang predikat juara.
Penampilan memikat itu diperkuat dengan keanggunan 13 siswi sekolah dasar dari Kecamatan Dungkek. Mereka mengenakan kebaya berwarna merah dipadukan dengan mahkota dari daun siwalan serta sarung batik tradisional. Busana tersebut tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menegaskan identitas lokal yang kental.
Lebih jauh, kostum mereka semakin istimewa dengan tambahan ornamen yang bersumber dari hasil bumi. Mulai dari terong, tomat, kacang panjang, hingga sentuhan anyaman bambu, daun kelapa, timba siwalan, dan geddeng, yang secara keseluruhan menciptakan tampilan elegan, autentik, dan sarat makna budaya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi bagian media edukasi dan wujud semangat gotong royong di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan dan merawat semangat kemerdekaan,” ujar Bupati.
Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan nilai budaya yang ditonjolkan, Festival Sepeda Hias 2025 menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan kearifan lokal dapat diangkat kembali dengan cara yang segar, menghibur, sekaligus penuh pesan moral bagi masyarakat.
Team








