
Boyolali – Patroli86.com – Rab 24/9/2025 Konflik yang bermula dari insiden pemukulan di Dukuh Nganjung-anjung, Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Boyolali, pada Senin, 22 September 2025, akhirnya menemukan titik terang perdamaian. Saudara Hadi, korban yang sempat melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonosegoro setelah menjalani visum di RS Karanggede, kini memilih jalur kekeluargaan untuk menyelesaikan permasalahan dengan pelaku, Saudara Pendi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di samping rumah Ahmad Minanto itu menyebabkan Hadi mengalami luka serius, termasuk kepala pusing, mata bengkak, dan pandangan pudar akibat pukulan di pelipis mata kiri. Laporan resmi dengan Nomor STT REKOM / 12/IX / 2025 / SEK WNSGR pun telah tercatat di Polsek Wonosegoro.
Namun, setelah melalui proses mediasi dan pertimbangan mendalam, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.Didorong oleh rasa kemanusiaan yang mendalam, korban memberikan pelajaran berharga kepada pelaku yang ternyata masih memiliki hubungan saudara sebagai adik sepupu.
Mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat berhasil menumbuhkan kembali semangat kekeluargaan di antara Hadi dan Pendi. Diketahui, pemicu insiden adalah teguran Pendi terkait pakaian organisasi yang dikenakan Hadi, yang kemudian berujung pada kesalahpahaman.
Kapolsek Wonosegoro menyampaikan apresiasi atas kesediaan kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah. “Kami sangat menghargai keputusan korban dan pelaku untuk berdamai. Ini menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi konflik dan mengedepankan kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, laporan yang sebelumnya diajukan oleh Saudara Hadi telah dicabut, dan kedua belah pihak berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta menjaga hubungan baik ke depannya. Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa penyelesaian masalah dengan kepala dingin dan semangat kekeluargaan seringkali menjadi solusi terbaik.
(Red/PJ)









