
Halmahera Selatan // patroli86.com // – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, menggelar aksi pemalangan Kantor Desa Tomori pada Senin (29/09/2025). Aksi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan desa yang dinilai tidak transparan serta dugaan praktik korupsi yang melibatkan Kepala Desa Tomori, Usman Hamzah.
Pantauan di lapangan menunjukkan pintu utama Kantor Desa Tomori ditutup rapat dengan kayu . Sejumlah aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aksi pemalangan ini praktis menghentikan seluruh pelayanan publik di Kantor Desa Tomori.
Menurut keterangan sejumlah warga, pemalangan ini bukan dilakukan secara mendadak, melainkan telah melalui berbagai tahapan peringatan kepada pihak pemerintah desa. Warga sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan keluhan dan meminta penjelasan terkait pengelolaan anggaran dana desa, namun tak kunjung mendapat jawaban memuaskan.
,“Kami sudah berkali-kali minta klarifikasi, bahkan datang langsung ke kantor desa. Tapi selalu dijawab ‘nanti’ tanpa kejelasan. Akhirnya masyarakat sepakat memalang kantor desa sebagai bentuk perlawanan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dalam orasinya, Iksan Barmawi selaku koordinator aksi menyampaikan tuntutan tegas agar aparat penegak hukum segera memeriksa dugaan penyelewengan dana desa. “Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas. Jika tidak ada tindak lanjut dari aparat terkait, maka kantor desa akan tetap kami palang sebagai bentuk perlawanan rakyat,” tegas Iksan di hadapan massa aksi.
Iksan menambahkan, pemalangan ini bukanlah aksi anarkis, melainkan bentuk aspirasi warga yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah desa. “Kami tidak ingin pelayanan masyarakat terganggu, tapi ini satu-satunya cara agar suara kami didengar. Pemerintah daerah dan aparat hukum harus turun tangan secepatnya,” ujarnya lagi.
Warga juga memasang sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Desa”, “Tuntut Transparansi Kades Tomori”, dan “Kami Ingin Pemerintahan Desa yang Bersih”. Aksi ini mendapat perhatian luas masyarakat sekitar dan memicu diskusi publik terkait transparansi anggaran dana desa.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pelayanan publik di Kantor Desa Tomori terhenti total. Masyarakat menyatakan akan tetap mempertahankan pemalangan hingga ada langkah tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait penyelesaian kasus ini. Mereka berharap tindakan mereka menjadi pintu masuk bagi pihak berwenang untuk turun langsung melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan desa.
Aliansi Peduli Masyarakat Desa Tomori menegaskan bahwa mereka siap berkoordinasi dengan aparat kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah untuk mengawal proses hukum dugaan penyelewengan dana desa ini. “Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan. Ini adalah perjuangan rakyat untuk membangun pemerintahan desa yang bersih dan transparan,” pungkas Iksan Barmawi.
(Tim Red)









