
Jakarta,, patroli86.com ,, Jumat, 14 November 2025 —Menjelang pelaksanaan Festival Pencak Silat Tradisi Se–Jabodetabek (Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia), panitia penyelenggara dari Pesilat Tradisi Indonesia Raya (PETIRA) terus melakukan koordinasi intensif di lokasi acara, Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan.
Rapat teknis terakhir pada Jumat memastikan seluruh elemen pelaksana siap menjalankan tugasnya masing-masing. Ketua Panitia Refly Cahyadi menegaskan pentingnya kekompakan dan tanggung jawab kolektif di antara panitia.
“Festival ini adalah persembahan untuk bangsa. Kita tidak hanya menyiapkan panggung dan acara, tetapi juga menghadirkan nilai luhur Pencak Silat sebagai warisan budaya yang mempersatukan. Setiap panitia harus bekerja dengan hati, disiplin, dan semangat gotong royong,” ujar Refly.
Dalam pengarahan terpisah, Pembina I Letkol Adm Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M. mengingatkan agar kegiatan ini tetap menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan ketertiban pelaksanaan di lapangan.
“Kegiatan budaya sebesar ini harus menjadi contoh bagi generasi muda tentang bagaimana semangat bela negara, persatuan, dan profesionalisme bisa berjalan berdampingan dengan pelestarian tradisi,” ucapnya.
Sementara itu, Pembina II Syarif Hidayatuloh menyoroti pentingnya koordinasi lintas bidang agar jalannya acara berlangsung efektif dan tertib.
“Panitia sudah bekerja keras sejak tahap awal. Kini tinggal memastikan komunikasi antar-seksi berjalan lancar agar momentum budaya ini dapat terselenggara dengan sukses dan berkesan,” tuturnya.
Sekretaris acara Narwan Riyadi menambahkan bahwa seluruh dokumen administratif, tata urutan acara, serta dukungan teknis sudah disiapkan secara detail.
“Kami memastikan semua kebutuhan logistik dan perangkat acara siap digunakan. Koordinasi antarbidang di bawah arahan Ketua Panitia terus diperkuat, karena kunci sukses kegiatan budaya seperti ini adalah kekompakan,” katanya.
Panitia PETIRA menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai budaya Nusantara.








