
Purworejo,, PATROLI86.COM,, Banyaknya pemberitaan atas proyek pembangunan hotel ganesha yang sekarang ini terhenti kegiatan pembangunannya alias mangkrak Sumakmun selaku ketua Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Jateng rencana dalam waktu dekat akan menemui pimpinan bank Jateng
Dalam kesempatan tersebut Makmun sapaan akrabnya nantinya akan menyampaikan beberapa hal terkait kucuran dana yang di berikan bank Jateng Purworejo atas pembangunan proyek gedung hotel ganesha yang sekarang ini mangkrak,
Makmun akan menanyakan kepada pimpinan bank jateng purworejo atas pertimbangan apa bank Jateng Purworejo mendanai proyek itu, saya pingin tahu kajian tekhnisnya mas, karenakan kita tahu sebagai warga masyarakat purworejo itu akan menjadi beban hutang kita semua, kan mas bisa lihat sendiri hotel ganesha yang ada saja tidak produktif artinya hotel ganesa yang sudah ada saja tidak bisa memberikan pendapatan bagi keuangan daerah purworejo, “jelas makmun didepan awak media, Jumat 8/12/2023
“didepan awak media makmun menyampaikan “makanya bagaimana mungkin hotel yang sudah ada saja tidak bisa memberikan tambahan pendapatan daerah malah pendapatan dari hotel ganesha yang sudah ada itu untuk bayar gaji karyawannya saja tidak cukup kok ditambah lagi membangun proyek yang anggarannya dan nilainya tidak kecil dan itu di bangun dengan anggaran daerah dan menjadi beban masyarakat purworejo
“saya meyakini adanya kejanggalan dalam proses pengucuran dana bank jateng atas proyek pembangunan hotel ganesha, ” kata makmun
“itu kan hotel ganesha yang mangkrak anggarannya sekitar 50 milyar mas dan itu bukan uang sedikit, tapi kenapa bank jateng mau mendanainya dan atau membiayainya, kenapa uang sebesar itu tidak alokasikan ke usaha lain semisal UMKM yang bisa menyentuh kebutuhan dan penghasilan rakyat kecil di purworejo,
” sekarang pertanyaanya, pendapatan daerah berapa mas untuk bisa mengembalikan menutupi hutangnya nanti,? Kemudia selsainya lapan proyek itu di bangun, kemudian kapan ganesha itu bisa mendapatkan penghasilan untuk menutup hutang tersebut? ini kan mestinya jadi pertimbangan bank jateng sebelum menggelontorkan dana, kemudian jaminan atau anggunannya apa dengan proyek senilai itu, kan itu harus di pertanyakan mas biar masyarakat tahu akan hal itu,
” karena ini seperti tidak masuk akal mas, usaha hotel ganesha sebelumnya kan tidak produktif tidak untung kok malah bank jateng memberikan dana pinjaman lagi, rakyat sudah sulit jangan terbebani hutang lagi karena ulah penguasa yang diduga hanya ingin ngeruk keuntungan pribadi,” kata makmun
“ketika ditanya awak media terkait apakah ada rencana permasalahan tersebut untuk dilaoorkan kepada APH, ” ya mas kami rencana akan berkoordinasi dan bersurat kepada OJK juga berkoordinasi dengan KPK terkait pembangunan hotel ganesha, karena sebelumnya juga sudah ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pembangunan hotel itu , pembangunan tahap 1 belum selsai sudah ada temuan oleh BPK dan atas temuan tersebut harus mengembalikan sejumlah uang kepada kas daerah atau negara,
“tapi sangat di sayangkan mas atas temuan tersebut BPK tidak melakukan proses hukum,
Kemudian saat disinggung pembangunan proyek itu atas usulan siapa dan dari dinas apa, makmun mengatakan,” saya tidak tau mas pembangunan proyek itu atas usulan siapa yang jelas itu proyek wisata karena berkaitan dengan hotel, jadi ya kemugkinan usulan dari dinas pariwisata, apakah dinas pariwisata ada yang intervensi atas rencana awal proyek itu saya kurang tau, tapi semua bisa saja terjadi,
“Yang jelas kami rencana akan buat laporan kepada OJK, kepada pihak kepolisian, kepada KPK juga lembaga lain tentunya berkaitan dengan kajian tehnis bank jateng dalam melakukan pembiayaan atas pembangunan hotel ganesha yang diduga penuh dengan masalah,” pungkasnya (tim media)





