
Labuha Halmahera selatan//patroli86.com// — Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Akhirat Labuha, Muhamad Kasim Faisal, dengan tegas mendesak Polres Halmahera Selatan agar tidak tinggal diam dalam menangani kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Desa Tabalema,kecamatan mandioli selatan yang diduga kuat dilakukan oleh bapak tiri korban.
Muhamad Kasim Faisal menegaskan, kasus tersebut merupakan kejahatan serius dan kejahatan kemanusiaan yang harus ditangani secara cepat, profesional, dan transparan, tanpa kompromi apa pun.
,“Polres Halmahera Selatan wajib menyikapi kasus ini secara serius. Pelecehan terhadap anak adalah kejahatan berat dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pelaku harus segera ditangkap,” tegas Muhamad Kasim.
Ia juga meminta seluruh pihak, baik keluarga, pemerintah desa, maupun masyarakat sekitar, untuk bersikap kooperatif dan tidak melindungi pelaku dengan alasan apa pun. Menurutnya, pembiaran atau upaya menutupi kasus semacam ini justru memperparah penderitaan korban dan mencederai rasa keadilan.
Selain itu, Muhamad Kasim mendesak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Halmahera Selatan agar aktif mendampingi korban, baik secara psikologis maupun hukum, serta memastikan kasus ini diproses hingga tuntas di ranah hukum sesuai undang-undang yang berlaku.
Sebagai akademisi, ia mengecam keras perbuatan bejat pelaku dan menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penangkapan dan menjatuhkan hukuman maksimal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
,“Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Penegakan hukum yang tegas adalah bentuk perlindungan nyata terhadap masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
(Tim Red)








