
TEBO : Patroli 86 com Aktivis Tebo, Rio Black, menyoroti pentingnya pendidikan apresiasi dan integritas di sektor pendidikan menyusul penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Disdik) oleh Polda Jambi.
Polda Jambi secara resmi menetapkan Varial Adhi Putra, mantan Penjabat (Pj) Bupati Tebo, bersama Bukri dan David Hadiosman sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran DAK sektor pendidikan.
Menurut penyidik, indikasi penyimpangan anggaran tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta mutu pembelajaran diduga tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Rio Black menyatakan bahwa kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tebo. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang nilai, etika, dan apresiasi terhadap tanggung jawab publik.
“Anggaran pendidikan adalah hak masyarakat dan masa depan generasi muda. Ketika dana ini disalahgunakan, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga anak-anak dan kualitas pendidikan itu sendiri,” ujar Rio Black.
Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan menyeluruh tanpa pandang bulu, serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Sementara itu, Polda Jambi menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlanjut. Aparat membuka peluang adanya tersangka baru seiring dengan pendalaman perkara dan pengembangan bukti.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena menyangkut sektor pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Red/ Jimy kumbara








