
Halmahera Selatan // Patroli86.com // — Menjelang akhir tahun 2025, tepatnya pada 29 Desember 2025, DPD KNPI Halmahera Selatan di bawah kepemimpinan Ketua Karateker KNPI Halmahera Selatan, Ongki Nyong .SH,mm, sukses menyelenggarakan dialog publik dengan tema “Menggugat dan Menggagas Masa Depan Halmahera Selatan di Pundak Bassam–Helmi.” Kegiatan yang berlangsung di Fatima Kafe ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi pemuda dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan, kritik, serta harapan terhadap arah pembangunan daerah.
Dialog publik ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Selatan, Safiun Rajulan, Ketua IKA Togale, sejumlah anggota DPRD Halmahera Selatan, kalangan jurnalis, serta para aktivis dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas sosial.
Dalam sambutannya, Ongki Nyong .SH,mm menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi bersama agar pemuda Halmahera Selatan turut mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.
,“KNPI ingin memastikan bahwa anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari penentu arah kebijakan dan masa depan Halmahera Selatan,” ujar Ongki Nyong.
Para narasumber dan peserta dialog menyoroti berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan ekonomi, tata kelola pemerintahan, pemberdayaan pemuda, hingga tantangan sosial yang masih dihadapi daerah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini menunjukkan bahwa masa depan Halmahera Selatan merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Praktisi Hukum Safri Nyong SH juga menanggapi berbagai isu hukum daerah yang dalam tahun ini dinilai tidak maksimal, baik dalam penanganan maupun pelaksanaannya oleh Pemerintah Daerah.
Pada akhir pembicaraan sebagai penutup, Praktisi Hukum Safri Nyong mengapresiasi Pemerintah Daerah yang dipimpin Bassam–Helmi, yang dinilainya selalu terbuka dalam menerima kritik. Ia menitipkan pesan moral kepada Pemerintah Daerah bahwa pemerintah tidak boleh alergi kritik, karena daerah yang ramah kritik dan taat hukum adalah kunci menuju Good Governance.
Lanjut safir,”Kritik adalah obat yang menyehatkan pemerintah, sementara taat hukum adalah pagar yang selalu mencegah penyimpangan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan,” ujar Safri Nyong.
Dialog publik ini berlangsung tertib, interaktif, dan mendapat sambutan positif dari para peserta. KNPI berharap semangat kritis dan konstruktif pemuda terus dirawat agar Halmahera Selatan mampu berkembang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
(Tim Red)








