
SEMARANG, Patroli86.com – Menyambut malam pergantian tahun 2025 ke 2026, Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan momen spesial tersebut dengan cara yang penuh makna, salah satunya dengan melaksanakan doa bersama yang akan digelar di setiap tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan se-Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini disampaikan secara resmi dalam acara penyambutan malam pergantian tahun yang digelar Pemerintah Kabupaten Semarang di Aula Kantor Bupati Semarang, Ungaran, pada Selasa (30/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan bahwa doa bersama yang akan digelar pada malam tahun baru atau hari pertama tahun 2026 memiliki tujuan yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita mengajak setiap kecamatan, desa, dan kelurahan untuk menggelar doa bersama. Doa ini akan kita panjatkan untuk memohon keselamatan dan kebaikan bagi bangsa Indonesia dan negara kita yang tercinta. Khususnya untuk provinsi Jawa Tengah dan seluruh warga Kabupaten Semarang yang kita cintai,” ujar Ngesti Nugraha.
Tak hanya itu, lanjutnya, doa juga akan diangkat khusus untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah mengalami musibah bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, termasuk mereka yang masih dalam masa duka akibat kehilangan keluarga dan harta benda.
“Kita tidak bisa hanya merayakan kegembiraan sendirian. Kita harus juga merasa peduli dan berdoa agar saudara-saudara kita yang sedang kesusahan segera mendapatkan kelonggaran dan bantuan yang dibutuhkan,” tambahnya.
Selain mengajak pelaksanaan doa bersama, Bupati juga mengumumkan kebijakan penting bahwa Pemkab Semarang akan meniadakan pesta kembang api dalam rangka menyambut tahun baru 2026. Kebijakan larangan ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga untuk seluruh kegiatan perayaan pergantian tahun yang diadakan oleh masyarakat atau pihak swasta di wilayah Kabupaten Semarang.
“Termasuk kegiatan tahun baru yang biasanya kami gelar setiap tahunnya, kali ini juga tidak ada pesta kembang api sama sekali. Kami juga menghimbau agar seluruh masyarakat tidak menggunakan kembang api atau petasan secara mandiri,” jelasnya.
Alasan di balik larangan tersebut, kata Bupati, antara lain untuk meminimalkan risiko bahaya kebakaran, mengurangi polusi udara, serta menghindari gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan bagi sebagian kalangan masyarakat, seperti lansia, anak-anak, dan orang yang memiliki masalah pernapasan. Selain itu, anggaran yang biasanya dialokasikan untuk kembang api akan dialihkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Tak lupa, Ngesti juga mengimbau segenap elemen masyarakat – mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga warga biasa – untuk tetap menjaga keamanan dan kondisi kondusif di Kabupaten Semarang selama malam pergantian tahun. Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tetap patuhi peraturan yang berlaku dan bekerja sama dengan pihak kepolisian serta dinas terkait dalam menjaga ketertiban.
“Semoga dengan doa bersama dan kesadaran kita untuk menjaga keamanan, tahun baru 2026 akan membawa berkah, kemakmuran, dan kebaikan bagi semua warga Kabupaten Semarang. Mari kita jadikan tahun ini sebagai awal yang baik untuk membangun daerah kita menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
Informasi mengenai jadwal dan lokasi doa bersama di masing-masing kecamatan, desa, atau kelurahan dapat diakses melalui situs resmi Pemkab Semarang atau menghubungi kantor kecamatan setempat. Masyarakat yang ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial atau bantuan untuk korban bencana juga dapat menghubungi Dinas Sosial Kabupaten Semarang untuk informasi lebih lanjut.
(Red/PJ)








