
Halmahera Selatan // Patroli86.com // — Kondisi jalan di kawasan Pasar Labuha, ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan, hingga tahun 2026 masih memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama aktivitas perdagangan tersebut tampak rusak, berlumpur dan tergenang air saat musim hujan, serta berubah menjadi berdebu tebal ketika memasuki musim kemarau. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan status Pasar Labuha sebagai salah satu pusat ekonomi utama di wilayah tersebut,pada saptu/24/Januari/2026.
Pantauan Patroli86.com di lokasi menunjukkan permukaan jalan yang belum diaspal dengan material batu bercampur tanah. Saat hujan turun, genangan air bercampur lumpur menutup badan jalan dan membuat permukaan menjadi licin, sehingga membahayakan pengendara. Sebaliknya, pada musim kemarau, debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas dan mengganggu aktivitas pedagang serta pengunjung pasar.
Aktivitas masyarakat, pedagang, dan pengguna jalan roda dua maupun roda empat terlihat terganggu. Kondisi ini berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi barang, kenyamanan berbelanja, serta keselamatan pengguna jalan di kawasan pasar.
Ironisnya, situasi tersebut terjadi di Pasar Labuha, yang merupakan pasar sentral sekaligus wajah ibu kota Kabupaten Halmahera Selatan. Warga menilai, kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi seharusnya menjadi prioritas dalam pembangunan infrastruktur dasar.
Di sisi lain, perhatian publik tertuju pada kebijakan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan yang pada tahun anggaran 2025 diketahui mengalokasikan dana sekitar Rp5 miliar untuk sektor transportasi laut berupa pengadaan atau pembiayaan kapal. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, kapal tersebut saat ini tidak lagi dioperasikan.
Perbandingan ini disampaikan sebagai bentuk kritik publik terhadap skala prioritas pembangunan daerah, bukan untuk menyamakan pos anggaran antarinstansi. Namun demikian, masyarakat mempertanyakan mengapa infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kepentingan ekonomi rakyat belum mendapatkan penanganan maksimal.
,“Kalau hujan jalannya becek dan licin, kalau panas debunya masuk ke lapak dan barang dagangan. Sudah bertahun-tahun seperti ini,” ujar salah satu pedagang Pasar Labuha.
Hingga berita ini diterbitkan, Patroli86.com masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Daerah Halmahera Selatan untuk memperoleh penjelasan resmi terkait kondisi jalan Pasar Labuha, rencana perbaikannya, serta klarifikasi mengenai kebijakan alokasi anggaran yang menjadi sorotan publik.
Kondisi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar penetapan prioritas pembangunan lebih berorientasi pada kebutuhan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, kenyamanan, dan keselamatan masyarakat.
(Tim Red)








