
Ketapang –patroli86com — Kebakaran besar melanda kawasan smelter PT Borneo Alumindo Prima (PT BAP) yang berlokasi di Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Minggu (1/2/2026) sore.
Berdasarkan informasi awal yang beredar di media sosial, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam sejumlah unggahan video dan foto yang tersebar luas, terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi dari area dalam kawasan perusahaan, sehingga menarik perhatian warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Belum diketahui secara pasti titik awal munculnya api. Namun, kobaran api tampak berasal dari area dalam kompleks smelter. Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, mengingat lokasi perusahaan berada tidak jauh dari permukiman dan jalur aktivitas warga.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tim pemadam kebakaran bersama petugas internal perusahaan segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api. Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam hingga api dilaporkan berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke area lain di luar kawasan smelter.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun korban luka akibat insiden kebakaran tersebut. Aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan pengamanan di lokasi serta pendataan awal guna memastikan kondisi benar-benar aman.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pihak berwenang menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api serta menelusuri faktor-faktor yang memicu terjadinya kebakaran.
Pihak manajemen PT Borneo Alumindo Prima (PT BAP) hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, dampak terhadap operasional perusahaan, maupun estimasi kerugian yang ditimbulkan.
Media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah adanya informasi resmi dari aparat berwenang atau pihak perusahaan.tutur publik
( TH )








