
Danau kembar Patroli86. com
Gelar Datuak (atau Datuk) di masyarakat Minangkabau merupakan gelar adat tertinggi yang diberikan kepada pemimpin suku atau Panghulu melalui musyawarah kaum. Asal dan Pengangkatan Gelar ini diturunkan secara matrilineal dari garis keturunan ibu dan hanya diberikan kepada laki-laki yang dinilai mampu memimpin, Dalam upacara adat seperti malewakan gala yang harus di lakukan pemotongan Kerbau yang melambangkan ” Di Cacah Darah, Di Takan Tanduak. Di Imbaukan di Labuah Nan Golong di Pakan Nan Rami, Bagalanggang Mato Urang Banyak. Basuluah Bulan Jo Mato Ari”
( Di Potong Kerbau, Di Tanam Tanduk, Di Panggil Di hadapan keramaian, di saksikan orang banyak dalam keadaan terang benderang) serta kesepakatan rapat adat nagari.
Prosesnya menekankan kehormatan dan tanggung jawab, bukan warisan otomatis, sehingga tidak boleh disandang sembarang orang.
Tugas Utama Datuak bertanggung jawab memimpin kaum dengan bijak, ” Kusuik Ka Manyalasai, Karuah Ka Manjaniahkan” ( Kusut Menyelesaikan / mengurai kekusutan. Keruh menjernihkan ) termasuk mengawasi hukum adat, penyelesaian sengketa, pembagian warisan, dan pengelolaan sumber daya alam.
Mereka juga menjemput dan mengumpulkan aspirasi masyarakat, menjaga kesatuan suku, serta bertindak sebagai penengah dalam musyawarah. Fungsi Sosial Sebagai simbol mulia (dari akar kata Sansekerta “orang mulia”), Datuak diharapkan rendah hati, sabar, dan kuat menghadapi masalah, seperti memimpin dengan kepala dingin serta membawa kegembiraan bagi kaumnya.
Fungsi ini memperkuat sistem adat Minangkabau yang berbasis matrilineal dan kerapatan adat nagari.
Ucapan dan doa dari masyarakat banyak khususnya Suku Malayu kepada Datuak Rajo Managak an, “semoga Dapat melaksanakan Tugas dan amanah kaum Suku Malayu kedepan hendak nya”
Tim.





