
Patroli86.com ,, Pelatihan jurnalistik ini berlangsung pada Malam Minggu, 15 Februari 2026 dimulai pada pukul 19:30 WIB sampai selesai sekitar pukul 21:30 WIB
Diklat jurnalistik dan penulisan, yang di laksanakan secara zoom meting, pembimbing diklat jurnalistik dan penulisan, yaitu Coach Adityas, dan Coach Andre.
Mengatakan,” secara detail tentang kejurnalisan dan cara penulisan yang baik dan benar, agar membuat pembaca mengerti dan memahami isi makna dari tulisan tersebut, tanpa membuat pembaca merasa jenuh.”ucapnya.
Coach Adityas dalam paparan materinya mengatakan, kekerasan pada wartawan disebabkan sejumlah faktor. Diantaranya, minimnya strategi saat melakukan peliputan di area konflik.
“Lemahnya skill komunikasi, tidak memiliki integritas dan mudahnya terpancing emosi. Yang terakhir ini yang paling berbahaya dan bisa menggagalkan misi wartawan dalam memburu informasi,” paparnya.
Menurut Adityas Ia memiliki hipotesis tentang kekerasan wartawan.
“Sebagian diduga bersumber dari kontraprofesionalisme wartawan itu sendiri,” tuturnya
Agar kekerasan pada wartawan dapat dihindari, Adityas memberikan sejumlah tips.
“Pertama, selalu waspadai situasi di area konflik, jangan angkuh, jaga penampilan. Berbicaralah dengan santun dan lembut. Jangan menulis berita sepihak dan terakhir jadilah wartawan berintegritas,” bebernya.
Adityas di awal paparan materinya meminta wartawan agar mengenali profesinya dengan baik.
“Secara pilosofis apa sebenarnya tugas dan kewenangan seorang wartawan? Jika Anda telah mengetahui dan faham tentang fungsi Anda sebagai wartawan Anda akan mulai memperoleh keberanian. Nah ini yang pertama,” paparnya.
Kedua, jika ingin mengenali fungsi dan peran seorang Jurnalis maka wartawan akan dihadapkan pada pilihan: tertarik atau tidak.
“Jika Anda kurang berminat, tetapi Anda tetap memasuki profesi wartawan sebagai alternatif dan coba-coba, saya proyeksikan Anda akan gagal. Karena keberanian tidak tumbuh di jiwa Anda,” terangnya.
Ketiga, masuki dunia wartawan atas rasa cinta yang mendalam.
“Ini yang menjadi kunci utama. Kadar cinta Anda pada profesi Anda berbanding lurus dengan keberanian Anda. Jika syarat ketiga ini Anda miliki, selanjutnya hanyalah masalah teknis dan ihwal adimistrasi saja. Kecintaan pada profesi akan menantang Anda untuk terus berlatih dan belajar,” kata penulis buku Untukmu yang Ingin Menjadi Wartawan Sukses Itu.
Berlatih dan belajar secara konsisten tentang ilmu jurnalis merupakan sumber keberanian. Jembatan emas menuju profesionalisme.
“Kesuksesan akan diraih bagi mereka yang menjadikan wartawan sebagai, “panggilan hati”, jelasnya.
Pelatihan jurnalistik yang digelar secara on-line itu diikuti peserta dari sejumlah daerah yang ada di Indonesia.
“Inilah modal dasar bagi seorang yang ingin jadi jurnalis sejati. Memilih jadi wartawan, saat hatinya benar-benar terpanggil,”ujarnya.
Dan bagi peserta diklat Certified Indonesia Jurnalist dan Certified Profesional Writer, yang dinilai memang berpotensi, dan dinyatakan lulus akan mendapatkan Sertifikat serta Gelar Non Akademik yang di akui Negara, dari Lembaga AR Learning Center.









