
Patroli86.com – Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, mendorong pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui penguatan produk berbasis budaya daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Karya Kreatif NTB (KK NTB) 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu (17/5).
Menurut Wagub, Karya Kreatif NTB menjadi ruang strategis untuk memperkuat promosi produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM NTB. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal guna meningkatkan daya saing produk daerah.
“Kita ingin produk-produk lokal NTB tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekayaan budaya, wastra, kuliner, dan berbagai produk lokal NTB harus terus diperkenalkan secara lebih luas melalui event dan promosi kreatif agar menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi yang semakin tinggi.
Wagub juga mengapresiasi peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang dinilai aktif melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pengembangan wastra hingga kopi lokal, sehingga membuka peluang ekonomi kreatif bagi generasi muda di NTB.
Selain itu, ia menegaskan pelaksanaan Karya Kreatif NTB harus terus berkembang dengan capaian yang semakin baik setiap tahun melalui penguatan kolaborasi dan inovasi antarpemangku kepentingan.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan apa yang kita lihat dan banggakan hari ini. Harus ada evaluasi dan target capaian yang lebih baik pada tahun-tahun selanjutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan Karya Kreatif NTB 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam mendukung promosi produk unggulan daerah dan penguatan UMKM lokal.
Menurutnya, pengembangan UMKM saat ini perlu dibangun melalui semangat kolaborasi lintas sektor agar mampu berkembang mengikuti perubahan pasar dan perkembangan teknologi.
“Sekarang sudah bukan musim lagi untuk berkompetisi, tetapi bagaimana membangun kolaborasi agar UMKM bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, sebanyak 119 UMKM berpartisipasi dalam Karya Kreatif NTB 2026, mulai dari sektor wastra, kriya, dekorasi rumah, kuliner, hingga kopi lokal.
Bank Indonesia mencatat omzet penjualan UMKM selama kegiatan mencapai Rp645 juta atau meningkat 64,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, komitmen pembiayaan perbankan kepada UMKM mencapai Rp20,55 miliar.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pelaku UMKM dan mitra perbankan terbaik pada sejumlah kategori, mulai dari Wirausaha Unggul Bank Indonesia, tenant ter-QRIS dengan transaksi terbanyak, hingga business matching perbankan UMKM.







