
Kecamatan sui laur Ketapang ,, patroli86.com,,
Aksi damai dilaksanakan Koalisi Ormas bersama masyarakat di halaman kantor kecamatan sungai laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada 8 /6/2026
Aksi damai yang di inisiasi oleh Organisasi Kemasyarakatan(ORMAS)
Persatuan Orang Melayu(POM)yang di ikuti Ormas Bala Pangayo dan di dukung Ormas yang ada di kecamatan sungai laur.
Dalam pidatonya ketua Dewan Pengurus Cabang(DPC) POM sungai laur Hendra Wahyudi mengatakan empat poin tuntutan masa aksi damai dan tuntutan masyarakat sungai Laur di antaranya:
1- kami meminta pada pihak pemerintah daerah,pusat dan Pertamina untuk segera menyalurkan BBM dengan cara penjualan darurat,seperti operasi pasar di kecamatan sungai laur.
2-kami mendukung penuh pada pihak Pertamina dan Polda Kalimantan Barat dalam melakukan pembinaan dan penegakan hukum pada Mafia BBM bersubsidi yang terdampak pada SPBU 64.788.16
3- kami meminta proses hukum berjalan profesional dan tegas pada Pengurus dan pemilik SPBU 64.788.16 yang telah menciderai dan merampas hak penerima manfaat BBM bersubsidi di kecamatan sungai laur
4-kami meminta minyak dan gas(migas)yang bersubsidi tersalurkan tepat sasaran pada penerima manfaat di sungai Laur dengan harga yang telah di tentukan pemerintah.
“Jika dalam 7 hari kedepan semua tuntutan kami belum di realisasikan,kami akan melakukan aksi dengan gelombang masa yang lebih besar lagi.kata Hendra Wahyudi
Senada di sampaikan Junaidi
Sekretaris DPC Bala Pangayo kabupaten Ketapang bahwa hari ini yang datang ikut menyuarakan keresahan masyarakat adalah orang orang yang sangat mulia yang sudah di pilih tuhan
“Namun walau pun demikian,suara masyarakat sungai Laur sudah tersampaikan lewat beberapa poin yang menjadi tuntutan masa aksi
Tuturnya
Junaidi menyesalkan ada yang datang memakai seragam Pertamina namun bungkam tentang pengetahuan terkait pungsi dan tugasnya.
“Masyarakat sungai Laur tidak butuh Pengurus SPBU yang menyengsarakan rakyat karena ulahnya yang terkesan jadi pelaku mafia BBM bersubsidi,tegas Junaidi
Masa aksi sempat tegang saat pengurus SPBU hadir memakai seragam Pertamina dan tidak mampu memberikan keterangan tentang persoalan yang tengah menjadi trending topik di tengah masyarakat sungai Laur.
Namun di tengah situasi agak memanas wakil ketua satu DPC Bala Pangayo pak raya sapaan akrabnya
langsung mengendalikan keadaan.
“Ia mengatakan kita tetap merujuk pada tuntutan awal,tentang waktu satu Minggu kita berikan agar pihak Pertamina membuka akses penjualan BBM demi kebutuhan masyarakat.pintanya tegas
Walaupun di guyur hujan gerimis namun tidak mengurangi semangat masa aksi menyampaikan dan menyuarakan aspirasi masyarakat sungai Laur.
Camat sungai Laur Donatus kantek dalam pidatonya mengatakan langkah yang di tempuh warganya sangat tepat, menyampaikan pendapat di muka umum di atur didalam pasal dan undang undang.
“Terkait persoalan BBM di sungai Laur memang saat ini sangat terasa, terutama bagi desa desa di pedalaman sudah ada yang menjual BBM jenis pertalite di harga Rp 20.000 perliter nya.kata camat
Kami dari pemerintah kecamatan tetap menyampaikan tuntutan masa aksi damai ini kepada Bupati Ketapang untuk segera di teruskan ke pihak Pertamina.
“Agar Pertamina bisa mendistribusikan BBM untuk kebutuhan masyarakat sungai Laur secepat mungkin.harap camat
Sembari menunggu hasil nanti saya mohon agar masa aksi damai yang hadir hari ini dan masyarakat sungai Laur untuk menahan diri,jangan anarkis dan mengganggu ketertiban umum.
,”kedepannya untuk kecamatan sungai laur kami pemerintahan akan berdiskusi dengan pihak Pertamina dan pihak SPBU,gimana untuk menyalurkan BBM subsidi hingga sampai memenuhi kebutuhan masyarakat saya di 19 desa yang ada di sungai Laur ini.tambah camat
Masa aksi damai berjalan kondusif di bawah pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Hadir Kapolsek simpang dua dan jajaran, anggota Polsek Sandai serta aparat kepolisian setempat) Thomas dp patroli 86 com kapelwil Kalbar)







