
Ketapang Kalbar patroli 86 com,
Labai Hilir, 11 Juni 2026 — Saya melakukan kunjungan kerja yang sangat berkesan ke Desa Labai Hilir, Kecamatan Simpang Hulu. Kehadiran saya di desa terpencil ini adalah untuk meresmikan Situs Keramat Putri Dara Nantie, sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur dasar dan sarana pendidikan. Momen ini menjadi catatan bersejarah bagi warga Desa Labai Hilir, yang menyambut kedatangan saya dengan suasana meriah dan penuh antusiasme, karena ini merupakan pertama kalinya wilayah mereka dikunjungi langsung oleh Kepala Daerah.
Secara geografis, Desa Labai Hilir merupakan wilayah yang terletak di ujung paling luar Kabupaten Ketapang dan berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan strategis ini saya lakukan sebagai wujud nyata dari visi Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang, di mana pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota, melainkan harus menyentuh dan dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke wilayah beranda depan perbatasan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, beberapa agenda penting yang saya laksanakan meliputi:
1. Peresmian Situs Adat: Menghadiri undangan masyarakat untuk meresmikan Situs Keramat Putri Dara Nantie. Peresmian ini bukan hanya simbolis, tetapi bentuk pengakuan dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang memiliki nilai budaya serta spiritual tinggi bagi warga Desa Labai Hilir.
2. Peninjauan Infrastruktur: Menilai langsung kondisi infrastruktur dasar di lapangan, seperti kelayakan jalan, jembatan, pasokan listrik, dan jaringan internet di Desa Labai Hilir.
Pengecekan Fasilitas Pendidikan: Meninjau langsung bangunan sekolah SD dan SMP di Desa Labai Hilir. Dalam tinjauan ini, saya menemukan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan, di mana atap terbuka tanpa plafon hingga rangka kayu dan seng terekspos langsung. Selain itu, di bagian koridor juga terlihat plafon rusak parah, melengkung, bahkan sebagian runtuh. Menanggapi fakta tersebut, saya langsung menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan rehabilitasi dan revitalisasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan belajar siswa.
3. Dialog Publik: Berdialog tatap muka tanpa sekat protokol formal bersama warga Desa Labai Hilir. Saya duduk bersama mereka untuk mendengarkan, melihat, dan merasakan langsung apa yang menjadi keluhan serta harapan mereka selama ini.
4. Penyaluran Bantuan: Membagikan paket sembako kepada masyarakat Desa Labai Hilir yang membutuhkan, khususnya keluarga kurang mampu, guna meringankan beban ekonomi mereka.
5. Ramah Tamah: Mempererat kedekatan dan kebersamaan lewat acara ramah tamah yang hangat, menikmati hidangan lokal, dan berfoto bersama anak-anak serta tokoh adat.
Di tengah kesibukan agenda tersebut, saya sempat mampir ke rumah salah seorang warga dan disuguhi kopi khas Desa Labai Hilir, menjadi simbol kehangatan dan kedekatan yang nyata antara pemimpin dan rakyatnya—sebuah obrolan tanpa jarak di teras rumah kayu.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sangat besar. Melalui peninjauan dan dialog langsung ini, pemerintah daerah kini memiliki data riil dan akurat mengenai kebutuhan mendasar warga perbatasan. Rencana pembangunan ke depan akan jauh lebih tepat sasaran, serta mempercepat pemenuhan fasilitas publik yang selama ini didambakan.
Rangkaian ini ditutup dengan peninjauan ke Dusun Kucai, sebuah wilayah yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kubu Raya. Saya tegas bahwa daerah perbatasan merupakan beranda depan yang harus mendapatkan perhatian khusus guna meminimalisir kesenjangan pembangunan.
Kunjungan ini saya harapkan dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi percepatan pembangunan, pemenuhan hak-hak dasar warga, dan peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan di Desa Labai Hilir.
Jurnalis Katapang patroli 86 com (suani)






