
Ketapang Kalimantan barat ,, patroli 86.com ,, tanggal 13/6/2026 Bupati Ketapang Alexander wilyo saya memilih mengambil rute berbeda untuk pulang ke Ibu Kota Kabupaten: melintasi jalur tengah melalui ruas Penjawaan Pangkalan Teluk – Simpang Tiga Sembelangaan. Bagi saya, ini bukan sekadar jalan pulang, melainkan ruang untuk menyentuh langsung denyut nadi pembangunan.
Sinergi Cepat: Kisah Pulihnya Jembatan Benipis Dua
Langkah pertama tertuju ke Dusun Teluk Parak, Pangkalan Teluk. Di sana berdiri Jembatan Benipis Dua. Beberapa waktu lalu, jembatan ini sempat viral dan menjadi perbincangan hangat para ibu di media sosial karena kondisinya yang memprihatinkan.
Namun hari ini, ceritanya telah berubah. Jembatan tersebut kini kembali fungsional dan aman dilalui. Ini adalah buah dari gerak cepat Pemerintah Daerah yang segera melayangkan surat penegasan kepada manajemen PT SMA, serta respons cepat perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci solusi.
Komitmen Jangka Panjang: Tiga Skema Strategis
Perbaikan darurat hanyalah awal. Komitmen sejati adalah menghadirkan rasa aman yang permanen. Karena itu, tiga skema pembiayaan strategis sedang disiapkan secara paralel untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur:
*Pengusulan melalui RAPBD 2027.
*Kerja sama pembangunan dengan TNI.
*Pengajuan bantuan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Harapan baru juga menyala untuk tahun depan. Ruas strategis Sumber Periangan – Tanjung Medan – Sandai akan diprioritaskan, baik dari sisi pengaspalan maupun ketahanan jembatan. Jalur ini adalah urat nadi perekonomian dan pemersatu wilayah bagi masyarakat Jalur Tengah Ketapang.
Kehangatan di Pangkalan Teluk: Esensi Pembangunan Manusia
Perjalanan hari itu ditutup dengan momen yang paling berkesan: keramahan jujur yang tak ternilai. Di tengah kesederhanaan Pangkalan Teluk, waktu seolah berhenti saat saya duduk bersama Kepala Desa, para Kepala Dusun, tokoh masyarakat, dan kaum ibu yang ramah.
Obrolan mengalir tanpa sekat. Puncaknya, kami dijamu makan siang bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Dari piring-piring yang disajikan dengan keikhlasan itu, saya mendapat pengingat mendalam: bahwa setiap keringat dan kerja keras membangun infrastruktur, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan—senyum, kemudahan, dan kesejahteraan masyarakat yang kita cintai) Thomas dp patroli 86 com kapelwil Kalbar)






