
*Patroli86.com* – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite memicu antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini terpantau sejak Rabu malam, 2 juli 2026, sekitar pukul 19.30 WITA, dan dikeluhkan warga karena terjadi pula di sejumlah SPBU lain di wilayah sekitar.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat memanjang hingga keluar gerbang SPBU dan mengular di bahu Jalan Raya Lenek. Petugas SPBU melayani pengisian secara bergiliran untuk menghindari kepanikan.
“Saya sudah muter dari sore ke tiga SPBU di Lenek, semuanya jawabannya sama: Pertalite kosong. Akhirnya balik lagi ke sini dan masih antre hampir satu jam,” kata Andi, pengendara roda dua asal Desa Kroya.
Kelangkaan Pertalite dilaporkan tidak hanya melanda SPBU Lenek. Sejumlah SPBU di Kecamatan Lenek, Sukamulia, dan Aikmel juga mengalami kekosongan stok sejak sore hari. Kondisi ini membuat warga berbondong-bondong menuju SPBU yang masih memiliki stok, sehingga antrean menumpuk di satu titik.
Dampaknya, aktivitas masyarakat mulai terganggu. Sejumlah pengendara ojek online dan petani yang bergantung pada BBM untuk operasional harian terpaksa menunda pekerjaan karena sulit mendapatkan Pertalite. Kekhawatiran juga muncul menjelang pagi hari saat warga akan beraktivitas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pertamina Regional Jatimbalinus maupun pengelola SPBU terkait penyebab kelangkaan dan jadwal penambahan pasokan. Warga berharap distribusi BBM segera dinormalkan agar tidak terjadi antrean panjang yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Lombok Timur bagian timur.
Kelangkaan BBM subsidi seperti Pertalite kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan atau saat distribusi terhambat. Pemerintah daerah bersama Pertamina sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Warga Lenek dan sekitarnya kini menanti kepastian pasokan Pertalite agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal.





