
Lampung Selatan – patroli 86.com ,, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan menggelar rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut peringatan dini peningkatan aktivitas Gunung Api Anak Krakatau berstatus Level III (Siaga) di Aula Crisis Center Pusdalops BPBD Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026).
Rakor dihadiri unsur TNI-Polri, Dinas Damkarmat, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi), BPKAD, Bappeda, Dinas Pariwisata, para camat wilayah pesisir, RAPI, Mitra Bentala, Paluma, serta Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, mengatakan rakor tersebut merupakan tindak lanjut arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, salah satu fokus utama adalah memastikan seluruh jalur evakuasi, rambu peringatan, titik kumpul, hingga titik evakuasi di wilayah pesisir telah berfungsi dengan baik apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Kami menekankan kepada para camat di wilayah pesisir agar memastikan seluruh sarana pendukung kebencanaan benar-benar siap. Kesiapsiagaan ini bukan berarti kita mengharapkan bencana terjadi, tetapi sebagai langkah antisipasi agar risiko dapat diminimalkan,” ujar Maturidi.
Ia juga menjelaskan, berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Totoharjo, Kecamatan Rajabasa, tinggi Gunung Anak Krakatau saat ini tercatat sekitar 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan kondisinya masih dalam kategori aman sesuai status yang berlaku.
Maturidi turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya. Ia menegaskan, video yang sempat viral beberapa hari terakhir terkait kondisi Gunung Anak Krakatau merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
“Masyarakat diharapkan bijak dalam menerima informasi. Pastikan kebenarannya melalui sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Hoaks tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga dapat berdampak terhadap perekonomian dan sektor pariwisata Lampung Selatan yang terus berkembang,” tegasnya.
BPBD Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.






