
Jaksel ,, patroli 86.com ,, pada Kamis (9/7/2026) dini hari.Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya tiba-tiba didatangi oleh tamu tak diundang viral di media sosial dan pesbuk
Berdasarkan pantauan video, tampak sejumlah pria berambut cepak dan berseragam TNI mendatangi area luar pagar gedung.
Situasi makin memanas karena mereka terlihat menenteng s3nj4ta lar4s panjang.
Menghadapi kedatangan tersebut, sejumlah anggota polisi berseragam lengkap dengan baret biru tua (Brimob) tampak membentuk barikade di depan pagar, seolah bersiaga menghalau dan mencegah kelompok tersebut masuk.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai apa tujuan pasti kedatangan para pria berseragam loreng tersebut.
Kedatangan kelompok berseragam TNI ini diyakini kuat memiliki benang merah dengan operasi besar-besaran yang dilakukan polisi pada malam sebelumnya.
Pada Rabu (8/7/2026) malam, Tim Gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya baru saja merampungkan penggeledahan masif di 12 lokasi berbeda di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut penggeledahan ini menyasar tiga skandal korvpsi raksasa, yakni kasvs batu bara PT PLN, kasus PT Krakatau Steel, dan kasus PT Asabri.
Kasus Asabri disinyalir menjadi titik sensitif, mengingat lembaga tersebut adalah pengelola asuransi sosial dan dana pensiun khusus bagi prajurit TNI, Polri, serta ASN Kemenhan/Polri.
Dua dari 12 lokasi penggeledahan yang paling menyita perhatian adalah Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.
Dari lokasi tersebut, polisi tidak pulang dengan tangan kosong.
Mereka sukses membawa keluar sejumlah koper (dua koper kecil dan satu koper besar yang harus diangkat dua penyidik) berisi uang bernilai puluhan miliar rupiah, lengkap dengan mesin penghitung uangnya.
Selain barang bukti materiil, polisi juga menggelandang tiga orang dari kafe tersebut (terdiri dari laki-laki dan perempuan).
Sang perempuan bahkan sempat terlihat menutupi wajahnya saat digiring masuk ke dalam mobil Elf putih milik Ditreskrimsus untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden di kawasan Senayan ini layaknya bom waktu yang akhirnya mel3dak.
Gebrakan berani kepolisian dalam mengusut tuntas aliran dana korupsi bernilai fantastis, terutama yang menyenggol lembaga sensitif seperti Asabri, tampaknya mulai memancing reaksi dari pihak-pihak tertentu.
Publik kini menahan napas, menanti babak selanjutnya dari drama penegakan hukum yang melibatkan dua institusi besar di negeri ini)Thomas dp kaperwil Kalbar)







