
SURABAYA — patroli 86.com ,, MINGGU, 26 JULI 2026
Bentrokan Brutal: Markas DC Dikepung Massa PSHT, Polda Jatim Tambah Pasukan Jaga Ketat
Situasi di Surabaya memanas pada hari Sabtu, 25 Juli 2026. Keributan antara kelompok Debt Collector (DC) dan anggota PSHT Cabang Surabaya dipicu insiden di sebuah cafe dan meluas setelah diduga ada penggunaan senjata tajam. Massa PSHT kemudian melakukan sweeping dan mengepung lokasi yang diduga menjadi markas DC di kawasan Surabaya.
Kronologi Awal Kejadian
– Titik Pemicu di Taman Apsari: Sekitar pukul 01.15 WIB, sekelompok orang yang diduga berasal dari sebagian kelompok DC/ormas datang ke wilayah Taman Apsari, tepatnya di area Cafe Ambyar. Tujuan mereka disebut untuk “memproses” satu unit kendaraan yang diduga menunggak kredit milik pegawai cafe.
– Gagal Tunjukkan Surat Tugas: Saat diminta petugas keamanan menunjukkan surat tugas penagihan, kelompok tersebut tidak dapat menunjukkannya. Info terakhir dari manajemen cafe, dokumen dimaksud tidak pernah diserahkan.
– Adu Mulut & Penolakan Akses: Ketika kelompok DC mencoba menerobos masuk, pihak keamanan dan petugas parkir menolak memberikan akses karena khawatir mengganggu pengunjung di dalam. Karena dihalangi, terjadi gesekan mulut antara kelompok “matel” dengan pihak keamanan.
– Mundur Lalu Kembali Bawa Massa: Kelompok DC sempat mundur dari lokasi. Namun sekitar pukul 02.30 WIB mereka kembali ke Jalan Pandegiling, Tegalsari dengan membawa massa lebih banyak dan diduga membawa senjata tajam.
Eskalasi & Korban
– Bentrok di Pandegiling: Adu jotos pecah dan meluas ke beberapa titik sekitar Basuki Rahmat.
– Korban Luka: Dari pihak keamanan cafe beberapa orang terluka, 1 orang dikabarkan kritis karena luka bacok. Dari pihak penagih juga ada korban luka, dan di TKP ditemukan barang bukti berupa jari tangan yang diduga terputus saat perkelahian.
– Jumlah Total: Pada malam 25 Juli tercatat 2 orang terluka. PSHT Cabang Surabaya menyebut jumlahnya bertambah menjadi 4 warganya mengalami luka serius dan telah dilarikan ke RSUD Dr. Soetomo.
Respons Aparat
Melihat eskalasi massa, Polda Jatim langsung menambah personel.
– Penebalan Pengamanan: Sejak pukul 05.00 WIB, puluhan anggota tambahan dari Polda Jatim dan Brimob diturunkan. Mereka berjaga di depan markas DC di Surabaya dan titik-titik rawan lainnya untuk mencegah bentrokan susulan.
– Pengejaran & Pengamanan: Kapolrestabes Surabaya menyatakan kelompok yang melakukan penyerangan masih dalam pengejaran hingga Minggu malam. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan kendaraan. 6 orang dari kedua belah pihak masih dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya.
– Pernyataan Resmi: “Kami sudah sterilkan area. Tidak kami beri ruang untuk tindakan anarkisme. Semua proses penagihan wajib sesuai aturan hukum,” ujar Kapolrestabes.
Dampak & Pernyataan Pihak Terkait
– Sweeping sebagai Bentuk Solidaritas: Koordinator PSHT Cabang Surabaya menyebut aksi sweeping dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan desakan agar pelaku kekerasan segera diproses hukum.
– Imbauan Damai: Tokoh masyarakat Tegalsari dan pengurus PSHT pusat mengimbau anggotanya menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi.
– Aktivitas Warga: Jalan Pandegiling sempat ditutup sementara selama 3 jam. Sejumlah toko di sekitar TKP memilih tutup lebih awal.
Informasi Tambahan
1. Latar Belakang: Bentrok diduga dipicu masalah penagihan tanpa dokumen resmi yang berujung salah sasaran. Kedua belah pihak saat ini masih dalam proses mediasi di Mapolrestabes.
2. Langkah Polda Jatim: Selain pengamanan di markas DC, patroli gabungan TNI-Polri disiagakan di 5 titik rawan konflik perguruan silat di Surabaya hingga 3 hari ke depan.
3. Layanan Pengaduan: Warga diimbau melapor ke 110 jika melihat kerumunan atau sweeping liar.








