
MEMPAWAH KALBAR,, patroli 86.com ,,
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mempawah, Abdul Malik, secara resmi membuka gelaran Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026 yang dipusatkan di Area Pelabuhan Kuala, Kelurahan Pasir Wan Salim, Kecamatan Mempawah Timur, Sabtu 1 Agustus 2026 malam.
Pembukaan pasar rakyat ini menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian utama pesta adat tahunan Festival Robo-Robo 2026, agenda kebudayaan yang konsisten digelar masyarakat Mempawah sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur.
Dalam sambutannya, Abdul Malik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia pelaksana serta seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga demi mensukseskan perhelatan bersejarah tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan dan menyelenggarakan Pasar Rakyat Robo-Robo Tahun 2026 ini,” ujar Abdul Malik di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.
Ia menegaskan, tradisi Robo-Robo bukan sekadar kalender kegiatan rutinitas belaka, melainkan sebuah simpul sejarah dan spiritualitas lokal yang telah diakui secara luas.
“Tradisi Robo-Robo bukan sekadar agenda rutin, melainkan Warisan Budaya Takbenda yang sarat akan nilai sejarah, spiritualitas, serta wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan,” tambah Sekda Mempawah.
Panggung Utama UMKM dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Selain kental dengan nuansa ritual adat dan pelestarian budaya, Abdul Malik menilai keberadaan pasar rakyat dalam momen pesta budaya Robo-Robo memiliki peran yang sangat strategis terhadap sektor keuangan masyarakat bawah.
Di tempat inilah, menurutnya, interaksi ekonomi warga dapat tumbuh pesat secara alami dalam waktu singkat.
“Kehadiran pasar rakyat di dalam momentum pesta budaya Robo-Robo ini memiliki arti yang sangat strategis. Di sinilah denyut nadi ekonomi lokal berdetak pesat,” paparnya.
Lebih lanjut, Abdul Malik menyebut bahwa arena Pasar Rakyat Robo-Robo 2026 bertindak sebagai panggung promosi raksasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengrajin lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Pasar rakyat ini menjadi panggung utama bagi para pelaku UMKM dan pengrajin lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulannya. Mulai dari kuliner tradisional khas Mempawah, hasil kriya kerajinan tangan, hingga berbagai kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.
Budaya dan Ekonomi Berjalan Berdampingan Demi Kesejahteraan Warga
Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen agar pelaksanaan festival kebudayaan dapat terus memberikan multiplier effect (dampak berganda) yang nyata terhadap tingkat pendapatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui sinergi antara nilai-nilai tradisi dan geliat transaksi jual beli, perputaran uang selama agenda Robo-Robo diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian daerah.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya merawat dan melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi kerakyatan secara riil,” ujar Abdul Malik.
Ia memungkas pandangannya dengan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi spiritual dan penguatan ekonomi warga.
“Kebudayaan dan perekonomian harus terus berjalan berdampingan. Tradisi membawa berkah spiritual, sedangkan pasar rakyat membawa kesejahteraan ekonomi bagi warga Mempawah,” lanjutnya.
Mengakhiri pidato pembukaannya, Sekda Mempawah mengimbau seluruh elemen masyarakat, pedagang, maupun para pengunjung dari luar daerah untuk bersama-sama menciptakan iklim kondusif selama perhelatan Pasar Rakyat Festival Robo-Robo 2026 berlangsung.
“Mari kita jaga kekompakan, keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan selama terselenggaranya Pasar Rakyat Robo-Robo ini demi kenyamanan kita bersama,” pungkasnya. (*)
Sumber: Tribun Pontianak
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Pinyuh Berbagi Mempawah)kaperwil Kalbar Thomas dp)








