
Halmahera selatan//patroli86.com// — Sejumlah warga Desa Kawasi membuka portal yang sebelumnya membatasi akses mobilitas masyarakat, Sabtu (5/9/2026). Pembukaan portal dilakukan di tengah keinginan warga untuk kembali menjalani aktivitas secara normal dan membangun kehidupan yang lebih tenang serta harmonis.
Sebelumnya, keberadaan portal membuat mobilitas masyarakat menjadi terbatas dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai turut memperlebar jarak di antara warga dan membuat kehidupan sosial di Desa Kawasi tidak berjalan harmonis.
Sekretaris Desa Kawasi, Frans Datang, mengatakan pembukaan portal merupakan bagian dari upaya mengembalikan akses dan ketenangan masyarakat. Menurutnya, warga Kawasi tidak ingin terus berada dalam situasi yang mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
“Masyarakat Kawasi ini ingin hidup tenang. Kami tidak ingin dipecah belah. Jangan karena ada kepentingan dari luar, masyarakat yang tinggal di sini justru dibuat terus berkonflik,” ujar Frans.
Frans berharap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya mengganggu hubungan sosial maupun aktivitas sehari-hari warga.
Hal senada disampaikan warga Desa Kawasi, Elias Saroa. Ia mengatakan masyarakat telah lelah menghadapi situasi yang membuat warga saling berhadapan. Menurutnya, perubahan sikap sebagian masyarakat tidak terlepas dari pengaruh pihak luar.
“Kami sudah lelah diadu domba. Kami mau hidup tenang, mau bekerja dan menjalani kehidupan seperti biasa. Jangan terus masyarakat dibenturkan satu dengan yang lain. Ada masyarakat yang berubah karena dipengaruhi dan dihasut oleh pihak luar,” kata Elias.
Elias berharap masyarakat Kawasi dapat kembali membangun komunikasi tanpa pengaruh yang memperbesar perbedaan di antara warga. Ia juga meminta pihak luar tidak memperkeruh hubungan sosial masyarakat.
“Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan baik-baik. Jangan masyarakat yang akhirnya menjadi korban karena terus dipengaruhi dan diadu satu sama lain,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Lingkar Tambang (Malintang), Bambang Bakir, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini difokuskan pada pembukaan portal. Sebelumnya, terdapat rencana untuk membongkar sebuah posko. Namun, rencana tersebut ditunda setelah adanya penyampaian dari oknum warga Kawasi bahwa posko itu akan digunakan untuk berjualan nasi kuning oleh warga Kawasi lama atas nama Ibu Asnad.
“Kegiatan hari ini cukup buka palang. Untuk posko awalnya memang mau dibongkar, tetapi ada penyampaian bahwa posko itu akan digunakan untuk berjualan nasi kuning oleh warga. Karena itu, Pemdes dan kelompok pemuda berbaik hati mengikut saran tersebut,” jelas Bambang.
Menurut Bambang, Pemdes bersama kelompok pemuda akan mengambil tindakan kembali apabila pemalangan atau pemasangan portal dilakukan lagi. Ia menegaskan, penyelesaian persoalan di Kawasi harus diarahkan pada pemulihan ketenangan dan hubungan sosial masyarakat, bukan memperbesar fragmentasi.
“Intinya, masyarakat Kawasi ingin tenang. Jangan sampai desa ini terus menjadi ruang tarik-menarik kepentingan pihak luar. Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak memecah masyarakat,” pungkasnya.
(Tim Red)








