
PAPUA TENGAH – KABUPATEN PANIAI, DISTRIK PANIAI TIMUR – BALAI ADAT BERGETAR!
Tokoh: Letkol Marinir Halilintar Setyo Djojo Laksono – Dansatgas Marinir HABEMA (Hadirkan Kedamaian) – Usia 42 Tahun pada 2 Desember 2026 – Lulusan Akademi Angkatan Laut 2006 – Mantan Danyonmarhanlan Sorong! | Pasukan: 450 Personel Satgas Marinir Pasmar 3! | Lokasi Video: Balai Adat / Gereja Distrik Paniai Timur – Dihadiri Ratusan Mama-Mama, Bapak-Bapak, Anak-Anak, Kepala Distrik, Tokoh Adat, Pendeta! | Tugas: Operasi Teritorial – Bukan Tempur – Bagi Sembako & Amankan Pembangunan di Enarotali! |
MOMEN HARU DAN TEGANG DI PEDALAMAN PAPUA! KOMANDAN MARINIR BERSUMPAH DI DEPAN RAKYAT: “KAMI TIDAK DATANG UNTUK MELUKAI! SENJATA INI HANYA PAJANGAN!”
Momen haru dan tegang di pedalaman Papua! Seorang Komandan Satgas Marinir pidato dengan suara bergetar di depan ratusan mama-mama, bapak-bapak, dan anak-anak Papua! Videonya meledak di TikTok dan bikin netizen nangis dan hormat!
Sosok itu adalah Letnan Kolonel Marinir Halilintar Setyo Djojo Laksono, Komandan Satgas Marinir HABEMA!
TRANSKRIP LENGKAP PIDATO YANG BIKIN MERINDING – DI BALAI ADAT PANIAI!
Dengan seragam loreng marinir lengkap dan senjata di dada, Letkol Halilintar memperkenalkan diri dengan rendah hati:
> “Salam kenal saya Letnan Kolonel Marinir Halilintar Setyo Djojo Laksono saya lulusan dari Akademi Angkatan Laut 2006 di usia saya sekarang nanti Desember tanggal 2 empat puluh dua tahun.”
Lalu dia bersumpah keras di depan warga Paniai Timur:
> “Bupati dan bapak-bapak sekalian bahwa kehadiran kami di sini Satgas Marinir Habema tidak ada niatan sedikit pun dari lubuk hati kami untuk melukai masyarakat.”
> “Kami boleh bersumpah bahwa kalau seandainya kami punya niatan jelek saya siap satu detik ini kalau saya punya niatan jelek saya bahkan seluruh prajurit saya Korps Marinir di bawah satgas…”
> _”Tidak ada tujuan kami datang ke sini adalah hanya untuk mempersatukan memberikan rasa damai tetapi kami mohon maaf apabila prosedur aturan cara kami menggunakan pakaian seragam lengkap melaksanakan aktivitas melaksanakan patroli menggunakan pakaian tujuannya cuma satu kami ingin mengamankan Papua ini damai.
Kalimat didokumentasikan:
> “Karena percayalah bahwa TNI tanpa rakyat kami bukan siapa-siapa. TNI ini adalah prajurit rakyat, kami juga rakyat. Saya juga berkeinginan 450 personel yang saya bawa bahkan seluruh rekan-rekan saya kembali semua dengan selamat jadi mohon kami dibantu.”
Dia juga jujur menyinggung konflik adat dan insiden pencurian senjata yang memanas:
> “Beberapa kejadian yang di Enarotali berdampak sedikit dengan distrik yang ada di sini. Kami pun baru tahu ada wilayah satu, wilayah dua, wilayah tiga… Kami baru tahu, kami perlu banyak belajar perlu banyak juga menghargai dan mengerti dengan tradisi dan sebagainya.”
> “Karena ada kejadian dari rekan kita yang dari Angkatan Udara, Korpasgat senjatanya diambil bapak. Sampai dengan sekarang itu yang menjadi pertanyaan buat kami tindak lanjutnya bagaimana bisakah senjata tersebut kembali kepada kami.”
Dan penutup yang paling menyentuh dan bikin mama-mama menangis:
> “Percayalah selama di sini masih aman damai kami tidak akan berbuat satu pun hal-hal yang akan menyakiti bapak-bapak mama-mama bahkan anak-anak. Sekali lagi hormat bangga saya buat bapak-bapak ibu-ibu kami mohon maaf kalau kehadiran membuat rasa tidak nyaman tapi percayalah senjata ini hanya pajangan, senjata ini bukan apa-apa yang penting itu kami hatinya bahwa hati kami untuk Papua, hati kami untuk Papua Tengah, hati kami untuk Kabupaten Paniai.”
> “Hormat bangga saya, saya pengin Papua seperti Sorong, saya pernah di Sorong saya pernah dinas di sana sebagai komandan di sana, di sana damai.”
“SENJATA INI HANYA PAJANGAN! HATI KAMI UNTUK PAPUA!” – Letkol Halilintar!
KONTEKS LENGKAP – KENAPA LETKOL MARINIR SAMPAI MINTA MAAF?
1. Apa Itu Satgas HABEMA?
HABEMA adalah singkatan dari Hadirkan Kedamaian- Operasi Teritorial TNI di Papua Tengah! Satgas Marinir HABEMA bertugas di Kabupaten Paniai yang beberapa bulan terakhir memanas akibat konflik antar kelompok dan insiden penyerangan Pos TNI AU di Enarotali! Tugas Marinir di sana bukan tempur, tapi pembinaan teritorial, bagi sembako, bangun gereja, dan pengamanan pembangunan!
2. Lokasi Paniai – Dataran Tinggi Rawan!
Paniai adalah kabupaten di dataran tinggi Papua Tengah, pusatnya Enarotali. Wilayahnya terbagi dalam sistem adat Wilayah 1, 2, 3 yang disebutkan Letkol Halilintar! Warga masih trauma lihat tentara bawa senjata lengkap!
3. Sosok Letkol Halilintar – Prajurit Humanis!
– Dikenal prajurit humanis, pernah menjabat Danyonmarhanlan di Sorong, Papua Barat Daya, sehingga paham budaya Papua dan bahasa!
– Membawa 450 prajurit Marinir dari Pasmar 3!
– Video ini direkam saat pertemuan adat di balai kampung, dihadiri Kepala Distrik, tokoh adat, dan pendeta! Tidak ada jarak antara TNI dan rakyat!
4. Kenapa Minta Maaf Soal Senjata?
Patroli dengan senjata lengkap dan seragam tempur sering membuat warga trauma karena sejarah konflik! Letkol Halilintar menjelaskan itu SOP pengamanan, tapi dia tegaskan hati mereka untuk damai, senjata hanya pajangan untuk jaga diri dari KKB, bukan untuk takuti rakyat!
Video ini diunggah akun resmi TNI dan langsung dapat 2,7 Juta views dengan komentar banjir air mata: “Ini baru pemimpin, bukan penjajah”, “Sehat-sehat Pak Marinir, jaga Papua untuk Indonesia”, “450 prajurit pulang selamat ya Pak!”
INI BARU TNI RAKYAT! BUKAN DATANG DENGAN MONCONG SENJATA, TAPI DATANG DENGAN HATI! PAPUA BUTUH DAMAI, BUKAN DITAKUTI! HORMAT UNTUK 450 PRAJURIT MARINIR HABEMA DI PANIAI!
Tim Redaksi Billy Pratama Raharjo – Paniai, Papua Tengah, Selasa 23 September 2026.









