
SURABAYA — Seorang penumpang KM Awu dilaporkan jatuh ke laut saat kapal dalam pelayaran dari Pelabuhan Kumai menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Informasi tersebut diperoleh dari pihak keluarga/kerabat korban dan berdasarkan dokumen berita acara yang diterima media. Dalam dokumen tersebut disebutkan, peristiwa dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.17 waktu setempat, ketika KM Awu berada di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan keterangan dalam berita acara, kondisi laut saat kejadian dilaporkan slight, dengan tinggi gelombang sekitar 2,5 meter dan kecepatan angin sekitar 27 knot.
Dalam laporan tersebut disebutkan, petugas toko KM Awu melaporkan kepada Mualim bahwa terdapat seorang penumpang yang terjatuh ke laut dari dek 6 bagian belakang sebelah kanan kapal.
Setelah menerima laporan, pihak kapal kemudian melakukan manuver dengan mengubah haluan dan kembali ke arah sebelumnya untuk melakukan pencarian terhadap penumpang yang dilaporkan jatuh ke laut.
Pencarian dilakukan di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuhnya korban. Namun, setelah pencarian berlangsung sekitar dua jam, korban disebut belum berhasil ditemukan.
Dalam berita acara tersebut, korban tercatat bernama Ferdinanus Regu Wika, berusia 25 tahun, dengan tiket perjalanan KM Awu rute Kumai–Ende.
Dokumen tersebut juga mencantumkan sejumlah saksi, di antaranya petugas kapal, petugas toko KM Awu, serta penumpang lainnya.
Setelah upaya pencarian dilakukan, nakhoda kemudian memutuskan untuk melanjutkan kembali pelayaran dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan pelayaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi resmi yang memastikan keberadaan maupun kondisi terakhir Ferdinanus Regu Wika. Pihak keluarga saat ini masih menunggu perkembangan informasi mengenai upaya pencarian dan penanganan kejadian tersebut.
Media juga masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait, termasuk operator kapal dan instansi berwenang, guna memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kronologi serta tindak lanjut pencarian.
Catatan: Informasi mengenai kejadian ini diperoleh media dari pihak korban/keluarga korban serta dokumen berita acara yang diterima. Status korban dalam pemberitaan ini masih disebut belum ditemukan, dan tidak disimpulkan sebagai meninggal dunia sebelum adanya keterangan resmi dari pihak berwenang) kaperwil Kalbar Thomas dp)








