Probolinggo, patroli86.com – Pemerintah kabupaten Probolinggo memberikan hadiah berupa piagam penghargaan kepada 17 desa sebagai apresiasi kepatuhan Membayar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).17 desa itu antara lain desa temenggungan yang telah lunas terlebih dahulu sehingga Bupati Probolinggo memberikan penghargaan kepada Pemerintah Desa temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Senin, (30/1/23).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Camat Krejengan Bambang Heri wahjudi kepada Kades Temenggungan Moch.Iqbal Ali warsa , Senin (30/1/23) di pendopo kecamatan krejengan.
Camat krejengan Bambang Heriwahjudi mengatakan,” pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah atas kontribusinya dalam kepatuhan membayar pajak khususnya PBB . “Momentum ini diharapkan dapat memacu semangat para Kades untuk lebih meningkatkan komitmen dan berupaya menggali potensi PAD secara sinergi bersama-sama,”ujarnya.
Selain itu pihaknya juga berterimakasih atas seluruh keterlibatan jajaran pemerintah desa atas hasil capaiannya saat ini. “Saya harap sinergi antara pemerintah desa dengan daerah yang telah terjalin baik ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan agar kita bersama – sama bisa bekerja optimal dalam meningkatkan PAD demi terwujudnya masyarakat yang bahagia,”harapnya.
Pertahankan kinerjanya, Insya Allah kita makin kompak dalam bingkai kebersamaan sehingga kita makin baik dalam bekerja yang akan berkolerasi dengan kemajuan Kabupaten Probolinggo yang baik lagi di masa yang akan datang,” tutupnya
Usai menerima penghargaan, Kades Temenggungan Moch. Iqbal Ali Warsa menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, terkhusus kepada BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Dawrah Khususnya Bidang Pendapatan dalam mendorong desanya untuk menerapkan pembayaran tunai maupun non tunai khususnya di sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” Ucapnya Iqbal
“Kami berterima kasih kepada jajaran BPPKAD yang telah mendorong desa kami bisa menerapkan pembayaran secara digital dengan menggunakan kanal pembayaran QRIS maupun Virtual Account.Tentunya saya mengajak kepada teman-teman kepala desa yang lain agar ke depan, pembayaran digital bisa diterapkan di wilayahnya,” ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pendapatan Ofie Agustin juga mendorong agar melalui ajang ini, budaya transaksi non tunai dapat terus digeliatkan di tengah masyarakat, termasuk pembayaran PBB,”tuturnya Ofie Agustin
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi budaya yang baik sehingga masyarakat akan terbiasa dalam menerapkan pembayaran secara digital. Tentu kita di pemerintah daerah, termasuk dari dan Bank Indonesia, serta Bank Jatim siap memfasilitasi transaksi pembayaran non tunai,” tutupnya Ofie agustin. (Ali)







