Kulonprogo, PATROLI86.COM -Rusaknya ruas Jalan Brosot-Ngentakrejo yang masuk wilayah Kapanewon Lendah Kabupaten Kulonprogo D.I Yogyakarta akibat lalu lalang truk bermuatan pasir yang melebihi kapasitas dari tambang pasir Sungai Progo menjadi perhatian khusus warga yang setiap hari beraktifitas atau melewati jalan tersebut, terlebih warga yang rumahnya berada di pinggir jalan tersebut dan masuk wilayah Kalurahan Gulurejo dan Kalurahan Ngentakrejo.
Seperti yang disampaikan salah satu warga yang enggan disebut namanya yang beralamat di Padukuhan Mirisewu, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah saat Tim Investigasi Patroli86.com bersama 2 media lain mewawancarainya di lokasi jalan depan Kantor Kalurahan Ngentakrejo pada Minggu Tanggal 26 November 2023 kemarin. Menurut warga rusaknya Jalan Brosot-Ngentarejo karena banyaknya lalu-lalang truk bermuatan pasir yang melebihi kapasitas dari tambang pasir sepanjang Sungai Progo.
“Iya mas, sudah rusak parah ini, sebabnya ya truk bermuatan pasir yang over kapasitas to,” tutur warga.
Warga juga menyebut jika sering ada yang terjatuh saat naik motor karena roda ban menginjak kerikil dan jalan bergelombang.
“Ada yang sampai terjatuh saat naik motor, karena itu banyak kerikil atau batu kecil, ditambah jalannya bergelombang to,” lanjut warga.
Warga juga mengeluh dan khawatir jika nanti tiba musim hujan, pastinya kondisi jalan akan lebih parah lagi karena tidak ada perbaikan jalan dari dinas yang berwenang, dan khawatirnya nanti akan mengganggu pengguna jalan lain diluar truk pengangkut pasir.
“Kalau kami khawatirnya nanti saat musim hujan, pasti rusaknya akan lebih parah, dengan belum adanya perbaikan oleh dinas yang berwenang, kami takut nanti banyak pengguna jalan yang terganggu karena makin rusaknya jalan, tentunya diluar truk pengangkut pasir,” keluh warga.
Sementara, saat Tim Investigasi PATROLI86.COM meminta tanggapan Lurah Gulurejo Beja Santosa terkait rusaknya Jalan Brosot-Ngentakrejo oleh melalui sambungan telepon whastApps pada hari yang sama mendapat penjelasan jika pihak Pemerintah Kalurahan Gulurejo sudah mengusulkan kepada Dinas PUPR DIY dalam hal ini Bidang Bina Marga untuk supaya memperbaiki jalan yang rusak tersebut.
“Terkait jalan rusak, kami sudah mengusulkan ke Bidang Bina Marga Dinas PUPR DIY untuk memperbaiki, tapi kapan waktunya ada perbaikan kami tidak tahu, karena kapasitas kami cuma mengusulkan,” jelas Lurah Beja.
Lurah Beja juga menceritakan jika banyak warga yang mengeluh dengan kondisi jalan, selain banyak lobang dan berlubang, polusi akibat debu juga sangat dirasakan warga, terutama warga yang tidak terlibat dalam kegiatan penambangan pasir di Sungai Progo.
“Banyak warga yang mengeluh ke kami terkait kondisi jalan, terutama yang tidak ikut dalam penambangan pasir, selain jalan rusak, untuk saat ini polusi akibat banyaknya debu juga sangat dirasakan oleh warga,” terang Lurah Bejo.
“Semoga saja segera ada perbaikan sebelum datang musim hujan, agar warga bisa nyaman saat berkendara melewati Jalan Brosot-Ngentakrejo,” pungkasnya.
Sungguh benar keluhan warga, banyak kerusakan di ruas Jalan Brosot-Ngentakrejo akibat aktifitas trus pengangkut pasir dari tambang Sungai Progo. Dari depan Kantor Kalurahan Ngentakrejo, Depan BRI Lendah hingga tanjakan sebelah Utara Bendung Sapon. (tim)






