
Semarang – Jateng.,, PATROLI86.COM,,
Kapolda Sulteng Irjen Dr. Agus Nugroho, S.I.K. SH. MH, hal ini di wakili Plt, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulteng Kompol Dg. Agus R.S.Tola, SH, mengikuti Upacara Pembukaan Pelatihan di JCLEC Khususnya tentang Ekrimisme yang disertai dengan kekerasan ( Senin, 22 April 2024 , Pukul 09.00 Wib.) di Pusdik JCLEC Kompleks Akpol Semarang – Jateng. demikian di katakan Plt, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulteng Kompol Dg. Agus R.S. Tola, SH, kepada Awak Media Ini lewat WhatsApp, Rabu, 2024.
Kompol Dg. Agus R, S. Tola, SH mengatakan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi di ruang pembelajaran / pelatihan tentang Contering Violent Extremism sesuai jadwal berlaku dan sekarang memasuki hari ke – 2 dalam pelatihan.

Jadi selama kegiatan ini kata Plt. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulteng, berjalan baik, lancar, tertib dan aman.
Kemudian kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu, mulai 22 April s/ d 3 Mei 2024 dan sebagai pelatih / intsruktur antara lain : Detektife Paul Borrel, Commander Danny Caruana dan Superitendent Leighton Morvel, FBI Spesial Agent, Kombes Pol Lukas Gunawa, dari Densus 88 ATT, mantan Napiter Nasir Abas pengamat teroris hisbula Satrawi dan Shokahudin ujar Plt. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulteng Dg. Agus R.S. Tola, SH.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Selandia Baru melalui JCLEC, selama 22 April – 3 Mei 2024 di JCLEC di Semarang Jawa Tengah, dikatakan, Qomanrusman menjelaskan gambaran mengenai Jakarta Centre For Law emporcement Cooperation ( JCLEC ) terletak didalam komplek s Akpol Semarang – Jateng.
Dimana pendirian organisasi ini diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Indonesia dan Australia pada bulan Febuari 2004
Organisasi ini di maksudkan untuk menjadi sebuah Fasilitas khususnya bagi wilayah Asia Tenggara dalam upaya memerangi kejahatan antar Negara.
Juga menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai program pelatihan, termasuk seminar tujuannya untuk mengetahui pengalaman penegakan Internasional dalam bekerja sama masyarakat untuk menanggulangi paham ekstrimesme yang disertai dengan kekerasan, ujarnya.
pelatihan ini bertujuan untuk memahami pentingnya kerja sama antara Polisi,
Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait
lainnya.
Dalam melakukan Pendekatan multi lembaga guna menanggulangi ancaman dari pahami Ekstrimis yang disertai kekerasan.

Selain itu juga berbagi konsep praktik terbaik dalam menanggulangi paham Ekstrimisme yang disertai dengan kekerasan.tutur Kompol Dg. Agus R.S. Tola, SH, mengikuti kata Comaruzaman.
dikatakan Plt. Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sulteng, menambahkan, Dalam kegiatan tersebut peserta mulai dari unsur POLRI, BNNT, Densus 88 Anti Teror, Bapas dan Kesbangpol, peserta 26 orang, sedangkan dari Kesbangpol sendiri diwakil oleh 4 Provinsi Jambi, Riau, Sulawesi Tengah, dan Sumatra Selatan.
Sementara untuk nara sumber dalam pelatihan itu antara lain, New Zeland Police, Mabes Polri, Densus 88 Anti teror , FBI Spcial agent, mantan Napiter Nasir abas, pengamat teroris hisbullah Satrawi dan Sholahudin terang Kompol Dg. Agus R.S. Tola,SH. ( Hard )








