Halmahera selatan-// patroli.86com //Bukan lagi menjadi rahasia umum, dengan istilah yang sering kita dengar dalam setiap memasuki momentum politik
“Untuk siapa?
Mendapatkan apa?
Kapan dan dimana?
Istilah take and give adalah realitas politik bangsa kita saat ini, apalagi dalam momentum politik kepala daerah, Parpol seyogyanya sebagai instrumen domokrasi dalam pemilihan umum semestinya hadir sebagai Instrumen yang memberikan pendidikan politik yang pro,atas nilai nilai positif yang mendorong perubahan di negri ini terutama pada daerah kabupaten kota yang memasuki tahun demokrasi

Isu Parpol yang sarat modal dalam setiap memasuki bulan dan tahun politik adalah sudah menjadi rahasia umum, Parpol harus menyusun skema penjaringan dan rekruitmen bakal calon kepala daerah yang akan di usung dengan mengedepankan aspek keterbukaan, kesetaraan, obyektif dan demokrasi
Dalam prosesnya Parpol harus memberi kesempatan kepada semua bakal calon yang berkompetisi untuk mendapatkan hak yang sama menyampaikan visi, misi, gagasan dan konsep pembagunannya, parpol harus mampu memberi penilaian yang obyektif dalam setiap bakal calon, agar isu terkait rekomendasi sarat modal dapat terpatahkan
Sampai saat ini belum ada partai politik yang dapat mempublis tahapan rekruitmen bakal calon yang bersifat edukasi dan terbuka dan mendorong pro perubahan dan bersifat anti mony politik, materi visi misi, gagasan dan konsep pembagunan dari setiap bakal calon harus di prentasikan ke publik terutama pada masyarakat daerah yang akan berhajat
Tahapan bakal calon untuk mendapatkan rekomendasi masih bersifat tertutup dan rahasia, bagaimana tidak parporpol di curigai dengan stikma sarat modal untuk mendapatkan rekomendasi, Jika tahapan ini adalah tahapan yang terbangun dalam proses politik maka jangan salah jika suatu saat kepala daerah yang terpilih nanti akan bekerja hanya berorentasi pada uang, sehingga korupsi kolusi yang menjadi ancaman bangsa menjadi hal yang biasa biasa saja, karena diawal bakal calon telah dibebankan dengan angka angka yang sangat berat baginya, sehingga menghalalkan segala cara
Banyak bakal calon bupati/walikota yang mempunyai kemampuan tidak mendapatkan kesempatan dalam mempresentasikan visi, misi, gagasan, dan konsep pembagaunan, Banyak parpor mengakomodir bakal calon yang bersumberd dari gerbong gerbong politik yang telah terbentuk berdasarkan geopolitik nasional sehingga bakal calon lain yang mempunyai kemampuan tidak mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kemampuannya dalam bentuk gagasan
Yang harus di review Menjadi catatan penting parpol adalah memberi kesempatan emas kepada kadesr kaders partai yang telah lama mengabdi yang telah berkontribusi pada kemajuan parpol untuk di dorong pada percalonan bupati dan walikota, Peran DPW dan DPP tidak bisa mengintervensi geopolitik daerah dengan membatasi hak politik DPC dalam pengambilan keputusan, karena DPC lah lebih paham terhadap berbagaimacam isu di daerahnya,
Jika Parpol mengusung yang bukan kaders sementara di internal parpol juga mempunyai kaders yang potensial namun tidak mendapatkan kesempatan pada proses tersebut maka publik akan mencatat bahwa kaderisasi kepartaian hanyalah bersifat wacana dan yang sejatinya dalam parpol adalah alat untuk orang orang tertentu untuk meraih kepentingan, dan kepercayaan publik terhadap parpol bisa hilang
Parpol harus memberi pendidikan politik dan harus menjadi contoh good governance bagi lembaga lembaga negara yang ada, bagi lembaga lembaga pemerintahan di daerah sehingga korupsi yang menjadi musuh negara musuh bersama dapat di hilangkan dan dalam pengambilan keputusan DPP dan DPW memberi hak penuh kepada DPC sehingga DPC Parpol sebagai lembaga otonom di daerah dapat memaksimalkan
Parpol harus mampu meyakinkan publik bahwa mony politik adalah musuh bersama mony politik adalah ancaman bangsa, bin Berbagai persoalan bangsa yang terjadi di pusat maupun daerah tidak terlepas dari peran partai politik, untuk memperbaiki instrume






