
Patroli86.com, Jambi — Desa Petaling Jaya di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, pada tahun anggaran 2023, membangun JUT dan 4 titik Box Coulver, selain itu desa ini juga ada pengadaan Lap Top dan penanaman ubi kayu.
Kades Gunawan Saputro S.Pd.I saat ditemui di kantornya, terkesan tertutup. Saat media mempertanyakan volume per item pekerjaan, Kades Gunawan tidak mau menjawab dengan tegas.

Kades Gunawan, kepada media mengatakan, desanya selama ini sudah diawasi BPD Desa, Pihak Kecamatan dan sudah pula diperiksa pihak Inspektorat, dan bersih tidak ada temuan, ungkap Kades Gunawan.
Kades Gunawan juga membanggakan dirinya, bahwa Desanya mendapat berbagai piagam penghargaan dari Kemendes yang tidak didapat oleh desa lain di Provinsi Jambi.
Kades Gunawan sempat menyombongkan dirinya, sering bertemu lansung dengan Mentri desa. Seolah olah, Dirinya seorang Kades yang segudang prestasi, Kades yang unggul diantara kades yang ada di kecamatan dan kabupatenya bahkan diantara Kades SE Provinsi Jambi.
Kades Gunawan seakan mengatakan bahwa dirinya lebih mengerti RAP desanya dibandingkan tim Tehnik kecamatan dan kabupaten, karena dirinya pernah dipekerjakan PT. WKS untuk pembuatan analisa, Rab jalan dan sekaligus sebagai tenaga handal PT. WKS cabang Sumsel untuk pembuatan jalan perusahaan, bualan kades ini kepada media.
Pantauan media ini, RAB Pembangunan Desa Petaling Jaya, Mark up. Sisa anggaran dari pekerjaan fisik desa ini bakal dipertanyakan.
Media juga temukan papan info grafik desa yang tidak transparan. Pada RAPBDes desa tidak ditemukan volume semua item pekerjaan .
Bahkan pada RAB Pekerjaan desa, juga tidak dicantumkan volume pekerjaan. Selain itu, tidak ditemukan papan trasfaransi penggunaan anggaran tahun sebelumnya.
Pada RAB desa tahun 2023, ada pengadaan 2 untit Lap Top dengan anggaran per unit 16 jutaan rupiah.
Pada RAB penanaman ubi kayu, tercantum anggaran pembelian berbagai pupuk, padahal ubikayu, jika di pupuk, rasanya akan terasa pahit.
Pada RAB pembuatan 4 titik Box Coulver, ditemukan anggaran daba pembelian triplek 4 Mili rata tata 16 keping sampai 20 kepung, suatu anggaran yang cukup Pantastis.
Selain itu, ditemukan pada RAB ini, anggaran untuk pembelian kayu kelas III yang bisa mencukupi Pantastis jumlahnya.
Terkait hal ini, dikomentari oleh Hamdi Zakaria, A.Md seorang aktivis pemerhati lingkungan Provinsi Jambi.
Menurut Hamdi Zakaria, bualan demi bualan kades Gunawan Saputro S.Pd.I berkemungkinan agar dirinya dianggap wah.. dengan cara bualan seperti ini, agar para jurnalis yang datang kedesanya pikir pikir untuk mengajukan pertanyaan, maklum jurnalis sedang berhadapan dengan orang penting yang dekat dengan Mendes, ungkap Hamdi Zakaria.
Menanggapi kades mengatakan bahwa Desanya bersih tidak ada temuan dari Inspektorat. Hal ini bisa jadi. Bisa saja pihak inspektorat diduga main mata dengan Kades Petaling Jaya ini.
Jika dilihat dari RAB pekerjaan desa, RAB diduga Mark up.
RAB yang dibuat berdasarkan standar rumus PUPR no 28 tahun 2016, merupakan rap kira kira, yang sudah pasti ada sisa anggaranya. Jika pihak auditor Inspektorat tidak menemukan sisa anggaran ini, berarti besar kemungkinan pihak Inspektorat diduga terindikasi main mata, ungkap Hamdi aktivis lingkungan ini.
Selain itu, jika pembelian lap top ini memakai DD, berarti sudah diluar Prioritas, kata Hamdi.
Menurut Hamdi Zakaria, Kades Gunawan S.Pdi dengan tidak bersedia menyebutkan volume saat ditanya media, kades sudah mengangkangi UU no 8 tahun 2014 tentang keterbukaan informasi publik dan UU Desa yang didalamnya tertuang tentang transparan penggunaan anggaran dana desa dan DD.
Dengan tidak bersedia menjawab tegas tentang volume pekerjaan desanya, kades ini perlu di curigai, ada apa sebenarnya tujuan kades menyembunyikan hal ini, apakah karena takut ada dugaan kebobrokan pembangunan atau ada dugaan kebobrokan penyimpangan penggunaan anggaran yang takut terbongkar oleh media, ungkap Hamdi Zakaria.
Menurut Hamdi, terkait anggaran kayu kelas III dan triplek di anggaran 4 titi Box Coulvert ini, saya rasa, jumlahnya bisa melebihi dari material untuk bangunan rumah kayu tive 3.6, kata Bang Hamdi dalam selorohnya.
Hamdi Zakaria, dalam waktu dekat, katanya akan berencana membuat suatu laporan kepada APH Kabupaten Muaro Jambi, agar bisa kembali memeriksa penggunaan anggaran DD Desa Petaling Jaya, agar dugaan para jurnalis dan lembaga di Provinsi Jambi busa terjawab.
Analisa temuan didesa ini sedang dipersiapkan, agar mempermudah APH dalam penelusuran dan periksaan nantinya jika diperlukan, ungkap Hamdi Zakaria.
Menurut Bang Hamdi akrap disapa, pada papan infografik desa tahun anggaran 2024, memang ditemukan Silpa desa, akan tetapi, tim kami meragukan apakah ada Silpa fisik dari pekerjaan desa ini, tutup Bang Hamdi.
Tim







