
Gianyar ,, patroli86.com,, Jumat, 31 Januari 2025 ,Makna Hari Raya Galungan menurut Ida Pandita Mpu Yoga Ananta Purusa Daksa Manuaba dari Gria Agung Tranggana Manuaba Banjar Guliang Pejeng Tampak siring Gianyar adalah Kemenangan Dharma melawan adharma yang jatuh pada hari Rebu Kliwon Dunggulan setiap enam bulan sekali.
Setiap umat Hindu sebelum Hari Raya Galungan akan di mulai dengan Peyekeban pada hari minggu selanjutnya pada hari senin pon Dunggulan dinamakan peyajan Galungan ibu -ibu umat Hindu sudah mulai mepersiapkan kue Jajan untuk menyambut datangnya hari raya Galungan.

Pada hari selasa wage Dungulan adalah hari penampahan Galungan pada saat ini Umat Hindu melakukan pemotongan hewan untuk upacara Galungan pada sore hari umat memasang Penjor disetiap depan rumah Umat yang melaksanakan hari raya Galungan.
Penjor yang di pasang di depan rumah dilengkapi dengan jajan buah buahan umbi umbian dan kelengkapan lainya
Sore harinya umat mulai memasang pacenigan, lamak, lan gegantungan pada pelingih pelingih , rumah dan tempat tempat upacara lainya.
Pada hari Rebo kliwon uku Dungulan pelaksanaan dengan melaksanakan persembahan kehadapan para Dewa dan leluhur juga menghaturkan upakara antara lain di tempat tempat suci pelangkiran yang ada di tempat tempat tidur lumbung ,dapur, Tugu, Pura melanting , Pengulun setra , pengulun Desa , Pengulun sawah, pengulun pangkung, pengulun bendungan ( empelan) , Gunung , laut , serta perlengkapan rumah tangga seperti lesung , tempat air dan lain sebagainya.
Pada hari Galungan umat melaksanakan persembahyangan di merajan suang suang dan Pura Khayagan tiga untuk memohon kerahayuan jagat dan kehidupan baik sejahtera makmur, Tujuan dari pelaksanaan Hari Raya Galungan ini juga menurut Ida Pandita Mpu yang diambil dar lontar Sundari Gama adalah untuk pengendalian diri dan melawan musuh musuh yang ada pada diri kita yang lasim di sebut sad ripu, kama ,kroda ,loba,moha ,Mada, matsarya sebagai wujud adharma.

Hari raya Kuningan yang jatuh pada hari sabtu kliwon Kuningan pada umumnya umat Hindu melaksanakan persembahyangan pada pagi hari,
Menurut lontar sundari gama para Dewa dan roh leluhur turun ke dunia pada pagi hari untuk memberikan anugerah dan keselamatan dan kesejahteraan pada umat dan di Yakini para Dewa dan roh suci leluhur akan kembali ke alam sunya sorga pada tengah hari.
Team








