
Halmaherah selatan//patroli86.com// – Masyarakat Desa barapakanda Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menolak keras Muklim Kuylo menjadi Pj Kepala Desa (Kades) di desa mereka.
Olehnya itu, mereka meminta Bupati Basam Kasuba agar mempertimbangkan kembali penetapan Muklim Kuylo sebagai Pj Kades di desa Parapakanda.
Sikap penolakan tersebut disampaikan ratusan warga masyarakat saat pantauan wartawan media ini usai melakukan palang Kantor Desa pada senin (24/3/2025)
Ratusan warga masyarakat Parapakanda yang didominasi emak-emak ramai menuju pelabuhan dimana Pj kepala desa parakanda Muklim Kuylo akan turun di jembatan pelabuhan tersebut.
Spid boat yang di tumpangi Mukrim Kuylo tidak bisa mendekati pelabuhan dikarenakan para masa penola Pj kades tersebut menggunakan kayu, batu untuk melempar spid boat yang mengantar Muslim Kuylo, selai itu para emak-emak ini membakar band dan daun kelapa di pelabuhan sebagai bentuk kekesalan mereka pada kebijakan pemerintah daerah yang dimna dinilai pemerinta sendiri yang membuat masala dan tidak berpihak kepada masyarak
“Kami bertindak seperti ini karna kami menginginkan desa kami tidak di pimpin oleh Pj dari luar yang di titipkan bupati Basam Kasuba atas kepentinga politik, kami meminta Bupati segera kembalikan kepala desa kami yang di nonjob oleh Bupati, jika permintaan kami tidak di indahkan maka kami pastikan konflik ini akan berkepanjangan dan Jagan Salakan kami sebagai masyarakat punya tindakan yang berlebihan, dan itu kami mengikuti jejak pemerintah daerah yang sengaja mengadudomba masyarakat. Tegas warga
Oleh karena itu, dengan tegas masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda, beserta BPD dan seluruh masyarakat Desa parapakanda menolak saudara Mukrim Kuylo sebagai Pj kepala desa Parapakanda.
“ sekali lagi kami tegaskan, Bupati Basam Kasuba juga harus mempertimbangkan hal ini
melihat orang yang mau di angkat menjadi kegaduhan dan perpecahan ditengah-tengah masyarakat “
Adapun masyarakat melakukan aksi penolakan karateker karena menilai yang lebih layak adalah kepala desa kami yang di nonjob yang layak memimpin kami, karna beliau adalah putra daerah parapaknda. Ujar warga
(Sulfi/Patroli86.com)







