
Halmahera Selatan // patroli86.com// — Gelombang protes datang dari kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Labuha atas pengangkatan Muhammad Torik Kasuba sebagai Ketua/Rektor yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak yayasan. Para mahasiswa menilai proses tersebut tidak sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ditetapkan Kopertais, sehingga mencederai nilai-nilai demokrasi dan tata kelola perguruan tinggi Islam yang sehat.
Dalam pernyataan yang disampaikan perwakilan mahasiswa pada Selasa, 17 Juni 2025, ditegaskan bahwa pengangkatan ini dilakukan tanpa melalui Sidang Senat Perguruan Tinggi, padahal forum tersebut adalah forum legal dan formal sebagaimana diatur dalam pedoman pengangkatan pimpinan perguruan tinggi yang diterbitkan oleh Kopertais.
,”Kami menolak keras pengangkatan Muhammad Torik Kasuba sebagai rektor karena tidak melalui sidang senat. Ini bukan hanya bentuk pelanggaran prosedur, tetapi juga preseden buruk dalam dunia akademik. Yayasan seharusnya tunduk pada aturan yang telah ditetapkan Kopertais dan menghormati mekanisme internal kampus,” tegas Juhardi Abdul Aziz, salah satu mahasiswa STAI Al-Khairat Labuha.
Mahasiswa juga menyoroti Surat Edaran Kopertais yang secara tegas menyatakan bahwa setiap pengangkatan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) harus melalui prosedur yang melibatkan senat, proses penjaringan, serta pertimbangan kelayakan akademik dan administratif. Pengangkatan ini dinilai cacat secara hukum dan etika kelembagaan.
Lebih lanjut, mahasiswa menuntut:
- Pembatalan pengangkatan Muhammad Torik Kasuba sebagai Rektor STAI Al-Khairat Labuha.
- Keterlibatan penuh Kopertais dan Kementerian Agama untuk menindaklanjuti kasus ini.
Dalam aksi damai di halaman kampus, mahasiswa membawa poster penolakan dan membacakan pernyataan sikap secara terbuka. Aksi berjalan tertib dan damai.
Para mahasiswa menegaskan bahwa perjuangan mereka bukanlah bentuk perlawanan personal terhadap individu, melainkan perlawanan terhadap sistem yang tidak adil dan manipulatif.
,”Kami hanya ingin kampus ini dikelola dengan profesional, sesuai aturan, dan menjunjung tinggi nilai akademik,” ujar salah satu orator aksi.
Mereka menegaskan penolakan ini akan terus dilakukan hingga ada titik terang. Jika pengangkatan Muhammad Torik Kasuba tetap dipaksakan, mahasiswa menyatakan akan terus melakukan aksi penolakan.
(Sulfi / patroli86.com)









