
Halmahera Selatan//patroli86.com// — Pagi ini, suasana duka dan harap menyelimuti masyarakat Desa Kubung, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, setelah satu-satunya jembatan penghubung desa dengan kota Labuha ambruk diterjang derasnya aliran sungai pasca hujan deras semalam.
Jembatan yang selama ini hanya dibangun secara darurat menggunakan batang kelapa dan bahan seadanya, akhirnya tak mampu lagi menahan beban dan usia. Warga yang melintasi sungai pagi ini hanya bisa memandangi sisa-sisa jembatan yang terseret air, dengan rasa was-was dan harapan akan bantuan nyata dari pemerintah.
,”Setiap hari kami melewati jembatan itu, anak-anak ke sekolah, petani bawa hasil panen, semua lewat situ. Sekarang sudah tidak bisa lagi dilewati,” ujar salah satu tokoh masyarakat , warga desa yang sejak pagi tadi hanya bisa memandang dengan segenap harapan dan melihat puing-puing di sekitar sungai.
Jembatan tersebut telah lama dikeluhkan masyarakat karena kondisinya yang tidak layak dan membahayakan. Namun, hingga ambruknya pagi ini, belum ada pihak pemerintah yang melirik.
Aliansi Garda Kubung sebelumnya juga telah menyuarakan kondisi kritis jembatan ini dalam beberapa kesempatan. Mereka menilai lambannya respon dari pihak berwenang menunjukkan lemahnya komitmen terhadap pembangunan infrastruktur dasar di wilayah-wilayah terpencil.
“Masyarakat tidak butuh janji lagi. Kami butuh jembatan yang kuat, yang bisa kami lalui tanpa takut jatuh atau hanyut,” tegas ketua aliansi Garda Kubung .
Kini, harapan masyarakat tertuju pada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera bertindak cepat. Mengingat jembatan tersebut adalah satu-satunya akses utama bagi masyarakat menuju kota untuk keperluan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan administrasi.
Jika tak segera ditangani, warga akan semakin terisolasi dan roda ekonomi desa bisa terganggu dalam waktu yang tidak sebentar,”tutup Ringgo larengsi.
(Sulfi/patroli86.com)








