
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Sejak pertama beri Unit Pelaksana Tehnis Dinas Kesehatan ( UPTD) puskesmas Kayuwou Kecamatan Sindue Tobata belum ada dan mulai dari nol semua program sudah terlaksana, kemudian di awal puskesmas ini di pusat artinya Puskesmas tersebut telah terdaftar secara resmi di Kementerian Kesehatan RI ( Kemenkes RI ).
Proses registrasi ini melibatkan pengajuan rekomendasi dari Pemerintah Daerah ( Kabupaten/ Kota ) ke tingkat provinsi, dan kemudian Kemenkes RI memberikan kode Puskesmas, demikian di katakan Kapus ( Kepala Puskesmas ) Kayuwou Alindau Kecamatan Sindue Tobata Effendi, SKM kepada Awak Media Ini di ruang Kantor UPTD Dinas Kesehatan Puskesmas Kayuwou Alindau, Jum’at 4 Juni 2025.
Kapus Kayuwou Alindau Efendi, SKM mengatakan, Di zaman covid 2019 lalu, kita sempat mencapai capaian vaksinasi tertinggi kategori sedang, kemudian membuat Puskesmas Sanitasi di Puskesmas adalah upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan fokus pada pencegahan dan penanganan penyakit berbasis lingkungan.
klinik bertujuan untuk menekan angka kejadian penyakit yang di sebabkan oleh dan Sanitasi Puskesmas merujuk pada upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Fasilitas kesehatan Puskesmas, termasuk penyediaan air bersih,
Sanitasi, pengelolaan limbah, dan kebersihan area.
Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien dan petugas kesehatan jelas Kapus Kayuwou Alindau Kecamatan Sindue Tobata Efendi SKM
Kemudian tenaga kerja ada 58, sementara dokter ada 3 ( dokter Umum ), sementara dokter gigi ada namun sudah selesai kontraknya dia cuma Nusantara sehat kontrak nya hanya 2 Tahun.kita tinggal menunggu dari Dinas Kesehatan Donggala, Sedangkan pelayanan tetap berjalan semestinya.
Dikatakan Kapus Kayuwou Alindau, mengenai Program Bapak Gubernur Sulteng Berani Sehat, Alhamdulillah sampai saat ini sudah banyak peserta yang mendaftar, jadi betul – betul apa yang menjadi program Gubernur sudah jalan, jadi tidak ada lagi penarikan uang sepeserpun baik di Puskesmas tidak boleh dan tidak ada semua gratis, intinya mempunyai KTP asli daerah Sulawesi Tengah dan kendalanya sih kadang satu kebanyakan dari masyarakatnya dan ada masyarakat yang tidak memiliki NIP KTP, jadi kalau yang tidak.memiliki KTP kata Kapus Tetap di ajukan, ada namanya sistem Sehati, dan walupun mereka tidak punya NIP tetap di beri pelayanan gratis ujar Kapus Alindau Efendi, SKM.
Di wilayah Puskesmas Kayuwou Alindau Kecamatan Sindue Tobata, ini ada 6 Desa wilayah kerja sudah di isi semua Bidan desa, kemudian kita juga sudah mempunyai rawat inap 1x 24 , sedang ruang rawat inap ada 8 Kamar, selain itu ruang UGD ada tempat tidur.
Kapus Berharap, pertama memberikan pelayanan yang sebaik baiknya kepada seluruh masyarakat artinya menyukseskan program – Program nya Bapak Gubernur Sulteng Berani Sehat termasuk Program Bapak Presiden RI H Prabowo Subianto ” Cek Kesehatan Gratis.”
Saya berharap juga insyaallah Puskesmas lebih maju lebih baik lagi sehingga masyarakat nyaman dalam berobat kerumah sakit.
Kapus Kayuwou Alindau Efendi, SKM
menambahkan, Masalah Narkoba khusunya di Kecamatan Sindue Tobata.
Di samping itu Kami sering melakukan sosialisasi terutama di sekolah – sekolah SMKN 1 Sindue Tobata, di pertemuan di desa Oti dan bekerja sama dengan TNI – POLRI.
Memang Narkoba ini, di masyarakat kami di hari kesehatan itu bisa melakukan sosialisasi bahwa bagimana bahaya nya Narkoba itu, termasuk generasi muda kita perlu diselamatkan, kemarin lalu membuat kegiatan dan bekerja sama dengan pihak TNI – POLRI termasuk orang tua sangat penting dalam penanggulangan bahaya Narkoba , karena keseharian anak remaja itu di rumah perlu orang tua harus di siplin kepada anaknya, Jadi untuk mengetahui para konsumsi Narkoba itu kan tes nya di BNN , kita tidak bisa sejauh mana yang terkena Narkoba.
Kita optimis berupaya untuk melaksanakan Sosialisasi, supaya tidak ada lagi masyarakat yang terjerumus narkoba terang Kapus Kayuwou Alindau Efendi, SKM. ( Hard ).








