
Halmahera Selatan//patroli86.com// — Kepemimpinan sementara atau carateker DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan menuai kritik keras. Pasalnya, Ongky Nyong yang ditunjuk sebagai Ketua Carateker DPD KNPI Halsel dinilai gagal memahami esensi organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim perjuangan OKP Cipayung-Plus.
Kritik tajam itu datang dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Halsel, Van Costan El Erens Galouw, yang menyoroti sikap Ongky Nyong yang tidak melibatkan organisasi kepemudaan (OKP) dalam proses konsolidasi menuju Rapimda dan Musda KNPI Halsel yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (23/7/2025).
,“KNPI ini tidak berdiri sendiri, ia adalah anak kandung dari dinamika sejarah OKP seperti HMI, GMKI, GMNI, PMII dan PMKRI. Kalau mereka tidak dilibatkan, itu artinya Ketua Carateker tidak paham sejarah dan nilai-nilai yang membentuk KNPI,” tegas Van Galouw, Kamis (24/7).
Van mendesak agar DPD KNPI Provinsi Maluku Utara segera turun tangan mengevaluasi kepemimpinan Ongky Nyong sebagai Ketua Carateker. Ia bahkan menuding DPD Provinsi ikut bertanggung jawab jika membiarkan sikap eksklusif ini terus berlanjut.
,“Kami minta DPD KNPI Malut untuk segera mengevaluasi saudara Ongky Nyong. Jangan sampai provinsi terkesan ingin menghapus marwah dan nilai-nilai kolektif dalam tubuh KNPI,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua GAMKI Halsel tersebut mengancam akan menggerakkan konsolidasi OKP Cipayung-Plus di Halmahera Selatan guna menolak pelaksanaan Musda jika tetap berjalan tanpa melibatkan komponen utama yang memiliki akar historis dalam tubuh KNPI.
,“Jika Ketua Carateker tetap menutup diri dan Provinsi tidak ambil sikap, maka kami siap menolak Musda. KNPI bukan milik segelintir orang, ini rumah besar pemuda,” pungkas Van dengan nada kecewa.
(tim Red)








