
Halmahera Selatan // patroli86.com// — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Halmahera Selatan. Usai melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan serta menyerap aspirasi warga di Kecamatan Bacan Timur Selatan, Alqassam langsung menemui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halsel, M Idham Pora, pada Rabu (30/7/2025).
Pertemuan itu difokuskan pada kondisi infrastruktur jalan penghubung antara Desa Wayaua dan Tabangame yang selama ini dikeluhkan warga. Dalam kesempatan tersebut, Alqassam mempertanyakan kejelasan status jalan tersebut—apakah berada dalam kewenangan kabupaten atau provinsi—guna mempercepat penanganan dan pengalokasian anggaran.
,”Warga Tabangame menghadapi kondisi jalan yang rusak parah. Hal ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, apalagi saat mereka harus dirujuk ke RSUD Labuha atau Puskesmas di Wayaua. Ini adalah kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti,” tegas Alqassam.
Ia juga berjanji akan mengawal persoalan ini hingga ke tingkat pusat dengan menjalin koordinasi antarfraksi di DPR RI, terutama yang membidangi infrastruktur dan pembangunan jalan.
Menanggapi hal tersebut, Kadis PUPR Halsel, M Idham Pora, menjelaskan bahwa jalan Wayaua–Tabangame secara administratif merupakan jalan kabupaten, dengan panjang kurang lebih 6 hingga 8 kilometer. Sebelumnya, satu kilometer jalan lapen pernah dikerjakan beberapa tahun lalu.
,“Namun di sepanjang jalur tersebut ada tiga sungai yang membutuhkan pembangunan jembatan serta beberapa titik genangan air yang harus ditangani dengan deker. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan fisik jalan,” jelas Idham.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Pemkab Halsel masih memprioritaskan pembangunan jalan di wilayah yang belum memiliki akses sama sekali, sesuai arahan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.
Meski begitu, Idham memastikan bahwa Pemkab tidak menutup kemungkinan untuk menggeser fokus ke jalur Wayaua–Tabangame setelah penyelesaian di zona prioritas.
,“Yang paling strategis saat ini adalah membangun jembatan terlebih dahulu. Kalau jembatan sudah tuntas, maka pengerjaan jalan akan lebih efisien dan hasilnya maksimal,” pungkasnya.
Langkah konkret dari legislator muda seperti Alqassam Kasuba diharapkan dapat mempercepat intervensi pembangunan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal secara infrastruktur, demi kesejahteraan masyarakat Halmahera Selatan.
(Tim Red)








