
Cikarang – patroli86.com – Di tengah semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung meriah di seluruh pelosok negeri, pemandangan memprihatinkan justru terlihat di pusat Kota Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Alih-alih tertata rapi dan indah, kawasan yang menjadi titik sentral kota justru dipenuhi tumpukan sampah tercecer di pinggir jalan raya. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis menuju stasiun, terminal, kantor Polsek, rumah sakit, kantor kecamatan, kantor desa, hingga kampus.
“Bagaimana mungkin di pusat kota masih ada pemandangan kumuh seperti ini. Harusnya pemerintah lebih serius menata kota, apalagi di momen sakral HUT RI ke-80,” ujar salah satu warga yang kesal melihat kondisi tersebut.
Tak hanya persoalan estetika kota, masalah lain juga datang dari sisi tenaga kebersihan. Berdasarkan informasi, ada petugas yang hanya menerima upah sekitar Rp50 ribu per hari, dengan jam kerja mulai pukul 05.30 WIB hingga 13.14 WIB.
“Upah yang kami terima sangat kecil, hanya cukup untuk makan sekali. Padahal pekerjaan ini penuh keringat. Kami harap pengurus sampah pasar dan pemerintah memperhatikan nasib petugas kebersihan,” keluh seorang petugas.
Padahal, iuran sampah dari para pedagang dinilai cukup besar. Namun, aliran dananya tidak jelas sehingga menimbulkan pertanyaan besar soal transparansi pengelolaan.
Masyarakat menilai program pemerintah tentang kebersihan lingkungan jangan hanya sebatas jargon. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan, menata ulang lokasi penumpukan sampah, serta menindak pihak-pihak yang bermain demi kepentingan pribadi.
Dengan langkah nyata, warga berharap wajah Cikarang kembali bersih, indah, dan bebas dari bau menyengat, sehingga selaras dengan semangat peringatan kemerdekaan.
Team








